15.000 Mangrove Ditanam di Pesisir Pantai Karawang

Kabid Konservasi Lingkungan dan Pengendalian Perubahan Iklim Dinas Lingkungan Hidup Jabar Maria Angela menuturkan, penanam mangrove kali ini bertujuan untuk menambah luas wilayah konservasi mangrove di pantai utara Jabar. Dengan semakin luas wilayah konservasi mangrove, abrasi di pantai utara Jabar bisa diatasi.
Keberadaan 15.000 mangrove juga memberikan manfaat lain bagi lingkungan sekitar, salah satunya menyerap 105 ton hingga 270 ton CO2 saat pohon tersebut berusia lima tahun.
Selain itu, mangrove pun menjadi tempat yang ideal bagi ikan, kepiting dan udang untuk bertelur dan membesarkan anak. Dengan begitu, populasi ikan tangkap untuk nelayan lokal akan bertambah.
Tak hanya itu, mangrove berguna untuk melindungi keanekaragaman hayati karena merupakan rumah bagi burung air, reptil, insekta dan biota laut. Dampaknya, dapat menghidupkan kembali ekosistem pesisir yang rusak.
Selain bermanfaat bagi lingkungan, mangrove memberikan dampak positif kepada masyarakat karena dapat dijadikan produk olahan.
Melihat banyak dampak positif tersebut, PLN UID Jabar tergerak turut berpartisipasi dalam acara penanaman mangrove. Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Jabar Krisantus Hendro Setyawan berharap, PLN dapat ikut andil memperbaiki area pesisir pantai utara Jabar.
“Kami harap dapat berperan menghasilkan energi bersih dan konservasi ke depannya,” ujar Hendro.
Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya Muslim Hafiz berharap kolaborasi berbagai pihak pada kegiatan kali ini dapat terus terawat. Terutama untuk menjaga keberlangsungan hidup 15.000 mangrove yang sudah ditanam.*
No Comment