Blog

Berkat Nabung Sampah, Masyarakat Pasirjati Bandung Hasilkan Rupiah

KOTA BANDUNG – Kondisi darurat sampah beberapa tahun lalu mendorong masyarakat RW 10, Kelurahan Pasirjati, Kota Bandung untuk mengolah sampah. Kebiasaan itu pun bertahan hingga saat ini dan terbukti menguntungkan bagi masyarakat.

Pengelolaan sampah dilakukan melalui pemilahan sampah bernilai ekonomi, lalu diserahkan kepada Bank Sampah Saluyu Bakteur di wilayah tersebut.

Pengurus Bank Sampah Saluyu Bakteur sekaligus pengelola maggot, Lilis, mengatakan keberadaan bank sampah bermula saat terjadi kondisi darurat sampah. Dari kondisi tersebut, pihak kelurahan kemudian membuat program yang melibatkan masyarakat.

Warga diberikan edukasi terlebih dahulu untuk memilah sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sampah kemudian ditabung maupun dijual secara langsung ke Bank Sampah Saluyu Bakteur.

 Lilis mendorong warga menggunakan sistem tabung agar hasil dari sampah dapat terkumpul dan memberikan manfaat lebih besar.

”Kalau warga perlu uang tunai, mau menjual langsung boleh. Tapi kita sarankan untuk ditabung dulu. Nanti sudah besar kelihatan dan bisa lebih bermanfaat”, ujarnya.

Untuk memudahkan warga, pengurus Bank Sampah Saluyu Bakteur melakukan pengambilan sampah dengan sistem jemput bola setiap Sabtu.

Selain sampah bernilai ekonomi, sampah organik juga dikelola melalui budidaya maggot. Maggot yang dihasilkan dapat dijual apabila ada yang membeli. Jika belum terjual, maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak di sana.

Pengelolaan Bank Sampah Saluyu Bakteur juga mendapatkan dukungan dari Kelurahan Pasirjati dan Dinas Lingkungan Hidup.

Fasilitas yang digunakan dalam kegiatan pengelolaan sampah menjadi salah satu bentuk dukungan yang diberikan pemerintah.

”Dari kelurahan sendiri mendukung. Dari awalnya dari DLH, bangunan ini juga dari pemerintah,” ujar Lilis.

(Rendika Agustin)

No Comment

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.