Mau Sarapan Sambil Menikmati Kesejukan Pinggir Sungai? Yuk, Datang ke Pasar Sisi Walungan Dago

KOTA BANDUNG – Kota Bandung tak habis-habisnya menyuguhkan tempat bersantai sambil kuliner yang cocok disinggahi saat akhir pekan. Salah satunya yakni Pasar Sisi Walungan (Pasiwa) di Jl. Dago Pojok Tanggulan Cikalapa 2, RT 04 RW 03, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong. Di tempat ini, pengunjung bisa bersantap kuliner tradisional sambil menikmati sejuknya pepohonan dan suara aliran Sungai Cikapundung.
Menapaki langkah ke pasar ini, wisatawan akan melewati turunan dan jembatan dengan pemandangan sungai dan pepohonan yang asri.
Sesampainya di pasar, wisatawan langsung disambut sembilan saung berjajar menghadap sungai yang menjual berbagai jenis makanan, seperti lotek, bandrek, nasi kuning dan lain lain serta terdapat juga makanan modern lainnya.
Iin Ina Marsina yang merupakan Humas Komunitas Cika-Cika mengatakan, Pasiwa merupakan pasar yang ramah lingkungan dan secara bertahap mengurangi penggunaan bahan plastik.
“Ke depannya, sampah plastik akan diolah di belakang menjadi barang bernilai jual,” kata Iin, Sabtu (18/7/2026).
Sementara, sisa makanan dari pasar diolah menjadi pakan untuk budidaya manggot.
Prinsip yang diterapkan di pasar ini yaitu dengan mengolah bahan dari alam lalu mengembalikannya ke alam dengan mengelolah sampah menjadi hal yang bermanfaat.
Selain ramah lingkungan, Pasiwa juga memiliki kelebihan yaitu membantu perekonomian masyarakat yang berjualan di pasar.
“Ya, jelas pasar ini sangat membantu, meskipun hanya dua hari di satu minggu,” ucap Mila yang merupakan salah satu penjual di Pasiwa Cika-Cika.
Koin kayu
Pasar hanya buka pada Sabtu dan Minggu, dimulai pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB. Penetapan waktu ini bertujuan agar pasar ini menjadi spesial sehingga wisatawan tidak bosan.
Selain itu, Pasiwa ini memilik keunikan dalam transaksi jual beli, dimana wisatawan harus menggunakan koin kayu dalam transaksi. Sebelum berbelanja wisatawan harus menukar uang rupiah dengan Koin kayu seharga Rp5.000 per koin.
Wisatawan yang berkunjung stabil sehingga pasar tetap ramai setiap akhir pekan. Mereka juga sangat antusias dan merasa harga jajanannya di pasar ini murah dan sangat nyaman di kantong.
“Di sini tentunya adem, jajanannya juga harganya standar,” ucap Ayu.
(Muhammad Abdul Jalil)


No Comment