Blog

Bank Sampah Amal Hakiki Dorong Budaya Pilah Sampah dari Rumah di Kabupaten Garut

KABUPATEN GARUT – Bank Sampah Amal Hakiki dibawah naungan Rumah Salman Garut terus berperan mengelola sampah masyarakat di Kabupaten Garut. Bank sampah tersebut berupaya mendorong perubahan perilaku masyarakat agar mengelola sampah dari rumah. Tujuannya, untuk menekan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

Anggota aktif Bank Sampah Amal Hakiki, Akfa, menyampaikan bahwa lembaga tersebut memiliki empat subdivisi utama, yaitu edukasi, program reguler, komersial, serta media dan publikasi. Program reguler menjadi inti kegiatan yang dijalankan secara berkelanjutan di Bank Sampah Amal Hakiki.

Program reguler tersebut mencakup kegiatan pengumpulan, penjemputan, penimbangan, pemilahan, pengemasan, hingga pelaporan sampah. “Sampah yang sudah dipilah kami kelompokkan sesuai kategori dan disiapkan untuk disalurkan kepada pihak pengelola atau produsen daur ulang,” ujar Akfa saat diwawancarai pada Selasa, (3/2/2026).

Menurut Akfa, pemilahan sampah harus dimulai dari rumah agar pengelolaan di hilir tidak semakin terbebani. “Jika pemilahan hanya dilakukan di TPA, persoalan sampah tidak akan pernah selesai. Rumah merupakan titik awal yang paling menentukan,” katanya.

Selain sampah anorganik, Bank Sampah Amal Hakiki juga mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, pakan ternak, atau maggot. Akfa menjelaskan, pengelolaan sampah organik dapat membentuk ekosistem berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Bank Sampah Amal Hakiki aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosialisasi dan pendampingan masyarakat, baik di lingkungan sekolah, desa, kegiatan KKN, maupun pada penyelenggaraan acara berskala besar yang menerapkan konsep ramah lingkungan.

Bank Sampah Amal Hakiki juga membina Desa Ciburuy, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, sebagai desa percontohan pengelolaan sampah. “Kami bekerja sama dengan pemerintah desa untuk membiasakan masyarakat memilah sampah dan menjadi nasabah bank sampah,” ujar Akfa.

Melalui berbagai program tersebut, Bank Sampah Amal Hakiki mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk berperan aktif menjaga lingkungan. “Saat ini bukan lagi sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah,” pungkas Akfa.

(Rima Khoerunnisa)

No Comment

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.