Ciamis Raih Penghargaan Kota Kecil Terbersih ASEAN

Penghargaan ini diumumkan dalam rangkaian kegiatan 18th ASEAN Ministerial Meeting on The Environment (AMME) yang dihadiri negara-negara anggota ASEAN. Ajang tersebut merupakan forum tertinggi yang digelar setiap empat tahun sekali untuk memberikan pengakuan kepada kota-kota yang dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan dan inovasi dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Prestasi ini menempatkan Ciamis sejajar dengan kota-kota besar di Indonesia seperti Bandung, Malang, Padang, dan Banyumas, serta kota-kota dari berbagai negara ASEAN, di antaranya Johor Bahru, Klang, dan Melaka (Malaysia), Hai Phong (Vietnam), Hua Hin (Thailand), hingga Bacolod City (Filipina). Hal ini menjadi bukti bahwa daerah dengan karakteristik kota kecil pun mampu tampil sebagai contoh teladan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Ciamis dinilai berhasil menerapkan kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan yang konsisten dan inovatif. Upaya tersebut meliputi penguatan sistem pemilahan sampah dari sumber, peningkatan layanan persampahan berbasis masyarakat, serta dukungan terhadap inisiatif ekonomi sirkular di tingkat lokal.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat. Kelompok swadaya, komunitas peduli lingkungan, hingga pelibatan lembaga pemerintah dan mitra pembangunan berkontribusi besar dalam pengurangan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kolaborasi inilah yang menjadi kunci sehingga tata kelola lingkungan di Ciamis mendapat pengakuan internasional.
Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga lingkungan di Tatar Galuh. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya mengucapkan terima kasih kepada para Camat, Lurah, Kepala Desa, serta seluruh masyarakat, khususnya Pasukan Ungu, Bank Sampah Induk dan Unit, komunitas pelestari lingkungan, penggiat Adiwiyata, Kader ProKlim, DUITIN, TRADISI, Komposter, hingga penggiat maggot. Penghargaan ini milik kita semua, hasil dari kerja bersama dan gotong royong dalam mewujudkan Ciamis yang bersih dan berkelanjutan,” ujarnya dilansir dari ciamiskab.go.id.
Herdiat menambahkan, penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk meningkatkan semangat, kesadaran, kepedulian, serta aksi nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Mari kita bersama-sama menjaga alam, agar alam menjaga kita,” pungkasnya.
Dengan diraihnya ESC Award 2025, Pemkab Ciamis menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan lingkungan, meningkatkan sinergi lintas sektor, serta memperluas inovasi pengelolaan sampah. Pemerintah daerah berharap prestasi ini menjadi tonggak penting menuju pembangunan Ciamis yang bersih, hijau, dan berketahanan iklim di masa depan.
No Comment