Green Office, Kunci Perkantoran Sehat dan Berkelanjutan

KOTA BANDUNG – Seiring dengan perubahan iklim yang berdampak negatif, konsep green office perlu diterapkan di perkantoran. Ternyata, konsep tersebut juga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental karyawan, sekaligus mendorong produktivitas kerja.
Dosen Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SIL-UI) Andreas Pramudianto menyampaikan konsep green office saat mengisi webinar Kesehatan Lingkungan dan K3 yang diselenggarakan Bapelkes Cikarang, beberapa waktu lalu.
Andreas menjelaskan bahwa green office merupakan perkantoran yang menerapkan prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, penggunaan material berkelanjutan, hingga pengurangan jejak karbon.
“ Green office bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang bagaimana ruang kerja dirancang agar dapat berkolaborasi dengan alam tanpa mencemari lingkungan,” ujar Andreas dalam paparannya.
Dalam implementasinya, prinsip green office mencakup peningkatan efisiensi energi melalui penggunaan lampu hemat energi dan cahaya alami, pengurangan limbah dengan sistem daur ulang, serta pengelolaan air secara bijak.
Selain aspek lingkungan, Andreas menekankan pentingnya healthy mind atau kesehatan mental di tempat kerja.
Lingkungan kerja yang hijau dan sehat dinilai mampu membantu karyawan mengelola stres dan menjaga keseimbangan mental.
“Udara yang lebih bersih, pencahayaan alami, dan keberadaan ruang hijau terbukti meningkatkan kesehatan fisik dan mental karyawan, sekaligus mendorong produktivitas kerja,” jelasnya.
Sebagai langkah awal menerapkan green office, masyarakat dapat melakukan beberapa upaya bersama, seperti membawa tanaman ke ruang kerja, mengurangi plastik sekali pakai, memanfaatkan energi terbarukan, serta mendorong kerja jarak jauh guna menekan jejak karbon perkantoran.
(Rima Khoerunnisa)
No Comment