Jangan Dibuang, Kain Sisa Bisa Dibuat Jadi Tas Unik

Jenis kain perca yang dipakai beragam, mulai dari spandek, polyester maupun katun. Ondang merajut sendiri dengan tangan kain tersebut hingga menjadi tas. Dia pernah mengikuti pelatihan merajut dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung.
Proses merajut dimulai dari pembersihan kain yang dia dapat dari pabrik. Benang-benang yang keluar dari kain dipotong terlebih dahulu hingga terkesan rapi. Apabila ada sobekan, bagian tersebut pun digunting terlebih dahulu. Setelah itu, kain dirajut menjadi tas.
Dikatakan Ondang, untuk membuat sebuah tas diperlukan satu gulung kain perca seberat 500 gram. Dalam sebulan, Ondang bisa membuat 40 tas yang diberi merek Mamata Craft.
Waktu pembuatan sebuah tas sekitar satu pekan. Dia bekerja sama dengan dua orang lain untuk memproduksi tas.
Tas yang telah jadi lalu dijual secara daring maupun langsung di pameran-pameran. Saat ini, produk Ondang bisa ditemui sebuah galeri di Yello Hotel Paskal Bandung.
Harga tas Mamata Craft bervariasi, mulai dari Rp200.000-an hingga Rp700.000-an.
Perlu kreativitas
Sejumlah tantangan ditemui Ondang untuk mendaur ulang kain perca menjadi tas. Salah satunya, kain yang didapat dari pabrik tidak bisa sesuai keinginan Ondang, termasuk terkait warna. Oleh karena itu, perlu kreativitas untuk memadukan warna-warna kain yang diperoleh.
Sebuah tas tampak manis dengan perpaduan kain berwarna merah muda dan abu-abu. Ada juga tas yang memiliki paduan warna biru dan putih.
“Tergantung dapat stok kainnya warna apa. Tinggal kreativitas kita menyampurkan warnanya,” ujar Ondang ditemui di galeri Yello Hotel Paskal Bandung, Jumat (8/8/2025).
Meski demikian, stok kain perca dari pabrik maupun konveksi selalu tersedia. Pabrik dan konveksi itu berada di Cimahi, Majalaya, Rancaekek.
Kedepan, Ondang berencana membuat produk lain, selain tas, yang juga berbahan baku barang bekas. Menurut dia, dengan kondisi bumi yang menghadapi pemanasan global, sudah sepatutnya mendaur ulang barang agar mencegah timbulan sampah.
“Sampah itu bisa menjadi produk yang kita pakai sehari-hari,” kata Ondang.
Dia pun senang bisa membuat perubahan positif terhadap kondisi bumi dengan langkah kecil, seperti mendaur ulang barang.*
No Comment