Kota Bandung Serius Mengelola Sampah, Hadirkan Program GASLAH

KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya pengelolaan sampah secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Langkah nyata dilakukan melalui program GASLAH (Gerakan Petugas Pemilah dan Pengelolaan Sampah) yang melibatkan 1.596 petugas. Jadi, 1 petugas ditugaskan mengelola sampah di 1 RW.
Fokus utama GASLAH meliputi pemilahan sampah sejak dari rumah, pengelolaan berbasis lingkungan, sistem terintegrasi dari hulu ke hilir, serta tata kelola yang transparan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, program GASLAH diharapkan dapat meningkatkan capaian pengelolaan sampah secara signifikan.
“Target kami jelas, bergerak dari 22 persen menuju 80 persen pengelolaan sampah. Belajar dari Banyumas adalah bagian dari solusi jangka pendek sekaligus proyeksi jangka panjang Kota Bandung,” ujarnya pada Kamis (5/2/2026).
Saat ini, Kota Bandung menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 22 persen yang berhasil dikelola, sementara sisanya masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan, seperti banjir, pencemaran, dan gangguan kesehatan masyarakat apabila tidak ditangani secara optimal.
Sebagai bahan pembelajaran pengelolaan sampah, Kota Bandung mengadopsi praktik baik Kabupaten Banyumas yang mampu mengelola hingga 78 persen sampah harian melalui TPST, TPS 3R, dan recycling center.
Di tempat tersebut, sampah diolah menjadi energi berbasis RDF, bahan daur ulang, serta produk bernilai ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, petugas lapangan, dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kota Bandung optimistis transformasi pengelolaan sampah dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan.
(Rima Khoerunnisa)
No Comment