Pemanasan Global Berdampak Negatif terhadap Kondisi Sungai

CEO Freshwater Fish of Indonesia Marcel Alveri mengatakan, perubahan iklim mengakibatkan sungai meluap atau sebaliknya kering dalam jangka waktu terlalu lama. Ketika sungai kering, ikan akan gagal bereproduksi dan bermigrasi. Hal itu karena ikan membutuhkan air pasang untuk bertemu dan kawin. Untuk bermuara ke hulu, ikan juga butuh air pasang.
Pemanasan global berdampak pula pada suhu air. Suhu air yang semakin panas mengakibatkan menurunnya oksigen dalam sungai. Dengan oksigen yang minim, metabolisme ikan terganggu hingga bisa mengakibatkan kematian. Ikan tertentu juga bisa mati karena sensitif terhadap kenaikan suhu air sungai.
Ketahanan tubuh ikan melemah ketika suhu air sungai tinggi. Ikan menjadi kurang gerak sehingga rentan terkena penyakit. Dikatakan Marcel, jamur dan nematoda tumbuh sangat baik ketika air sungai hangat.
Sebaliknya, arus sungai yang terlalu deras, apalagi mengakibatkan air sungai meluap, juga menggangu reproduksi ikan.
“Kalau arus deras, larva terbawa air sehingga ikan tidak bisa bereproduksi,” ujar Marcel dalam webinar bertema Memaknai Kehidupan Sungai dan Aksi Iklim yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup, Kamis (31/7/2025).
Tak hanya ikan, perubahan iklim juga mengakibatkan tanaman air hilang. Dampaknya, ikan tidak bisa makan dan berkembang biak.
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Irawan Asaad menuturkan, sungai memberikan manfaat besar kepada masyarakat, salah satunya sebagai sumber air minum. Oleh karena itu, kondisi sungai perlu dijaga.
Ia optimistis kondisi sungai di Indonesia bisa membaik. Hal itu bercermin dari kondisi sungai di negara lain, seperti Jerman, yang dahulu kotor, tetapi saat ini bisa menjadi bersih.*
No Comment