Pemkot Bandung Intensifkan Penerapan Teknologi Pembakaran Sampah

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Darto dalam dialog “Peran dan Tugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung”, dikutip dari Youtube transmediajabar, Rabu (16/7/2025).
Teknologi termal diterapkan dengan cara menggunakan panas atau pembakaran untuk memusnahkan sampah. Pembakaran dilakukan dengan standar tertentu agar tidak memberikan efek negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dikatakan Darto, akan ada CO2 yang dihasilkan dari lembakaran sampah menggunakan teknologi termal. Namun, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung akan menerapkan teknologi tertentu untuk mengelola CO2 itu sehingga tidak merugikan masyarakat.
Saat ini, beberapa mesin pembakar sampah atau insinerator telah beroperasional di beberapa lokasi. Jumlah insinerator akan ditambah oleh Pemkot Bandung dan diharapkan pihak swasta juga berpartisipasi mengoperasionalkan mesin tersebut.
“Pengelolaan sampah yang tadinya metodenya kumpul, angkut, buang, akan diubah jadi kumpul, angkut, musnah/ olah/ berkah,” kata Darto.
Pemkot Bandung berencana menempatkan insinerator berdekatan dengan pemukiman masyarakat karena 60 persen sampah berasal dari rumah tangga. Diharapkan, kelompok swadaya masyarakat menjadi operator insinerator. Dikatakan Darto, beberapa insinerator yang sudah beroperasi saat ini mampu mengolah sampah dengan presentase 12 persen dari total volume sampah.
Target 30 persen
Selain menerapkan teknologi termal, terdapat beberapa metode lain yang dikembangkan untuk mengolah sampah di Kota Bandung. Metode itu yakni menggunakan bantuan pemulung, membangun 4 tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), mewujudkan kawasan bebas sampah dan menghadirkan bank sampah.
Seluruh upaya tersebut dikembangkan agar sampah yang dapat diolah di Kota Bandung bisa lebih dari 22,2 persen.
“Tahun ini target kami 30 persen sampah diolah,” ujar Darto.
Saat ini, sebanyak 53,5 persen sampah masih dibuang ke TPA Sarimukti dan 24,4 persen sampah belum dapat diolah.
Pemkot Bandung mendorong masyarakat untuk ikut mengolah sampah, termasuk kepada pihak swasta. Harapannya, semua sampah bisa terolah dan tidak ada yang dibuang ke TPA.*
No Comment