Pemkot Bandung Luncurkan 1.596 Petugas GASLAH, Begini Tugasnya!

KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung resmi meluncurkan Petugas Pemilah dan Pengelolaan Sampah (GASLAH) sebagai langkah cepat merespons kondisi darurat pengelolaan sampah di Kota Bandung.
Peresmian Petugas GASLAH dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Alun-alun Ujungberung pada Senin (26/1/2026).
Ia menegaskan bahwa peran utama petugas GASLAH adalah memastikan pemilahan sampah berjalan konsisten di tingkat rumah tangga.
“Setelah insinerator dilarang di Kota Bandung, kita merespons dengan meluncurkan GASLAH. Tugasnya setiap pagi adalah mengetuk pintu rumah warga untuk memastikan sampah sudah terpilah antara organik dan nonorganik,” ujar Farhan.
Selain memilah sampah, Petugas GASLAH juga bertugas mengelola sampah organik menjadi kompos. Satu RW ditargetkan mengolah 25 kilogram sampah organik per hari.
Sementara itu, sampah nonorganik yang telah dipilah akan diangkut oleh petugas pengangkut sampah.
Sebanyak 1.596 petugas GASLAH direkrut dengan skema satu petugas satu RW. Saat ini, sekitar 900 petugas telah aktif bertugas, sementara sekitar 300 petugas lainnya masih dalam proses.
Farhan mengatakan, Petugas GASLAH sebaiknya didampingi opeh petugas GOBER (gorong-gorong dan kebersihan) agar dapat mengolah sampah organik lebih banyak.
Pemerintah Kota Bandung menetapkan honorarium sebesar Rp1.250.000 per bulan bagi setiap petugas GASLAH sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan.
(Rima Khoerunnisa)
No Comment