Pendidikan Lingkungan Masuk dalam Konsep Gapura Panca Waluya

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Barat Andrie Kustria mengatakan, penerapan konsep Gapura Panca Waluya bertujuan untuk menerapkan karakter peserta didik yang cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar), singer (tanggap). Pengertian bageur (baik) bukan hanya mengasihi diri sendiri dan orang lain, tetapi juga alam sekitar.
“Salah satu bentuk mengasihi alam sudah diterapkan di sekolah saat Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) pada Juli 2025. Hari terakhir MPLS diisi dengan kegiatan membersihkan lingkungan,” ujar Andrie dalam Seminar International dan Workshop Deep Learning dengan tema “Memberdayakan Bumi Melalui Pembelajaran Mendalam dan Inovasi Berkelanjutan” di Uninus, Rabu (30/7/2025).
Andrie mendorong para guru dan siswa untuk bersama-sama menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan. Dengan demikian, bakal tercipta generasi emas pada 2045.
Dalam kesemoatan yang sama, Dekan Fakultas Biologi dan Pertanian Universitas Nasional Fachruddin Mangunjaya menambahkan, umat Islam harus menjadi pihak terdepan dalam pelestarian lingkungan hidup. Untuk menumbuhkan kesadaran melestarikan lingkungan, perlu dimulai dari kelas dan rumah.
“Umat islam tonjolkan integritas agar dapat menjadi rahmat bagi alam semesta,” ucap Fachruddin.
Kerusakan alam, menurut Fachruddin, karena manusia melihat alam tak lagi merupakan sesuatu yang sakral. Manusia memperlakukan alam secara sembarangan. Oleh karena itu, dia mengajak untuk mengsakralkan kembali alam semesta.*
No Comment