Santa, Pahlawan Hijau Cilik Penjaga Kelestarian Lingkungan

Kepedulian Santa, begitu anggilan akrabnya, terhadap lingkungan dimulai dari keprihatinannya melihat sampah berserakan di sejumlah tempat wisata alam. Tak tinggal diam, anak delapan tahun tersebut lalu memutar otak untuk mengatasi masalah sampah.
Ketertarikannya terhadap seni mendorong Santa mengolah sampah menjadi berbagai karya yang sebagian besar berupa pajangan dinding.
Berbagai jenis sampah dimanfaatkan, seperti kemasan minuman dan makanan, tutup botol, serta kardus bekas. Bahkan, kulit kuaci dan biji salak juga “disulap” menjadi pajangan dinding. Karya seni itu dihasilkan dengan cara memadukan berbagai sampah, lalu ditempel di atas kanvas. Jadilah pajangan dinding berbagai bentuk, seperti tumbuhan dan hewan.
Anak pasangan Reta Alacoque dan Trisno Sakti itu juga membuat barang lain dari sampah, di antaranya boneka dari kain perca dan robot dari gelas minuman plastik.
Galon air bekas pun menjadi sasaran kreativitasnya. Santa memanfaatkan barang tersebut menjadi pot tanaman yang ia letakkan di halaman dan balkon rumah.
Idenya tak berhenti sampai situ. Karya Santa tentang sampah membentang hingga menjadi lagu dan puisi. Salah satu hal yang ia bahas yakni pemisahan sampah organik dan anorganik.
Lirik dalam lagu dan tulisan di buku diharapkan dapat menggerakkan semangat orang lain untuk turut menjaga lingkungan.
“Kalau berjuang sendirian bisa, tetapi kalau banyak orang, aksinya (melestarikan lingkungan) akan lebih banyak,” kata Santa ditemui di rumahnya, Rabu (3/9/2025).
Santa juga mengkampanyekan pelestarian lingkungan dengan cara story telling, baik secara langsung di berbagai acara maupun lewat media sosial @sakta_sakramenta.
Di luar rumah, ia bersama orangtua dan teman-teman aktif membersihkan lingkungan dari sampah. Ia memungut sampah bersama komunitas. Tak lupa, saat berjalan-jalan di alam bersama orangtua, Santa juga memungut sampah yang berserakan.
Berkat banyak aksi tersebut, komunitas Bincang Energi, yang peduli terhadap energi berkelanjutan, memberikan Santa gelar Pahlawan Hijau Cilik.
Mengurangi sampah
Tak puas hanya mengolah sampah, Santa pun berupaya mengurangi timbulan sampah. Upaya itu dimulai dari mengurangi penggunaan tisu dan mengganti dengan sapu tangan.
Dia juga membawa botol minum dan makan sendiri saat keluar rumah agar menghindari munculnya sampah. Ketika berbelanja, Santa membawa wadah sendiri agar tak menggunakan plastik sekali pakai.
Apabila masih ada sampah yang dihasilkan, ia memilahnya di rumah. Tersedia sembilan tempat sampah di rumah Santa untuk meletakkan berbagai jenis sampah secara terpisah. Di antaranya untuk sampah kertas, kaca, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3).
Santa mengatakan, aksinya membersihkan lingkungan dari sampah diharapkan bisa bermanfaatkan untuk bumi.
“Aku kasian di lingkungan banyak sampah. Kalau banyak sampah, hutan bisa sakit. Sungai dan air terjun tidak jernih lagi,” ucap Santa.
Kepedulian Santa terhadap lingkungan mendapat dukungan orang tua. Ibu Santa, Reta menuturkan, anaknya mempelajari seluk-beluk pengolahan sampah dari berbagai sumber, seperti buku, internet maupun komunitas yang diikuti.
“Kami melihat (kegiatannya) positif, jadi kami dukung,” ujar Reta.
Reta dengan sabar membimbing Santa saat membuat karya seni dari sampah. Ia pun ikut belajar cara pengolahan sampah.
Dukungan dari orangtua memantapkan niat Santa untuk menjadi aktivis lingkungan saat dewasa nanti. Setiap energi dan pikiranya akan dicurahkan untuk menjaga alam dan makhluk hidup di dalamnya.*
No Comment