Wow, Lahan Terbengkalai di Bantaran Sungai Cicadas Jadi Taman Hijau

Rumput yang sebelumnya tumbuh liar dipangkas terlebih dahulu oleh petugas gorong-gorong dan kebersihan (gober), Linmas Cicadas dan anggota Pussenif TNI AD. Setelah itu, bibit pohon lengkeng dan rambutan ditanam bersama-sama oleh mereka.
Selain pohon, bibit sayuran pun kini memenuhi bantaran Sungai Cicadas, seperti cabai, terong dan pakcoy. Keberadaan tanaman menjadikan kondisi bantaran sungai menjadi asri.
Sebelumnya, lahan di bantaran Sungai Cicadas merupakan tempat pembuangan barang bekas. Kondisi lahan pun kotor oleh sampah.
Lurah Cicadas Tjakra Irawan mengatakan, lahan di bantaran Sungai Cicadas dijadikan taman agar lebih indah. Selain itu, penanaman tanaman bertujuan menunjang ketahanan pangan bagi masyarakat. Adapun, perawatan tanaman akan dilaksanakan dengan memberi pupuk organik dan disirami.
Pengolahan sampah
Bantaran Sungai Cicadas saat ini juga berfungsi menjadi tempat pengolahan sampah. Rumah maggot telah dibangun dan beroperasional.
Dikatakan Tjakra, saat ini, sebanyak 100 kilogram sampah organik dihabiskan oleh maggot setiap kali pengangkutan sampah. Selain menggunakan maggot, pengolahan sampah organik, khususnya daun, dilakukan dengan metode bata terawang.
Adapun, untuk mengolah sampah residu, Tjakra berencana membuat insinerator. Operasional insinerator akan bekerja sama dengan Pussenif TNI AD karena telah berpengalaman menjalankan mesin pembakar sampah tersebut.
Kasi Bakti Bakter Sdirum Pussenif TNI AD Mayor Inf. Ade Ferdiansyah menuturkan, kegiatan penanaman pohon bertujuan untuk menjaga lahan agar tidak terjadi erosi. Dengan begitu, lahan tidur bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar, terutama TNI.
Anggota Pussenif TNI AD pun bersedia merawat tanaman yang telah ditanam di bantaran Sungai Cicadas.*
No Comment