Blog

Santa, Aktivis Lingkungan Cilik Berusia 9 Tahun Berhasil Rilis Buku Kepedulian Lingkungan

BANDUNG – Kepeduliannya terhadap lingkungan yang begitu besar mendorong Faustina Trisna Sakramenta, sang aktivis lingkungan cilik (9) merilis buku berjudul “Tangisan Pohon Tua” pada Mei 2026. Di buku tersebut, Santa mencurahkan seluruh aktivitas dalam menjaga lingkungan yang sudah dilakukan tiga tahun terakhir.

Ditemui di sebuah restoran, Santa menyampaikan bahwa semuanya dimulai dari melihat sampah yang berserakan. Lalu, timbul rasa penasaran yang membuatnya bertanya kepada orang tua dan melakukan riset terhadap lingkungan.

Hasil riset yang ia dapatkan diubah menjadi video kampanye untuk dibagikan di media sosial.

“Tapi saya sadar, kalau cuma video kampanye, mungkin banyak orang yang belum paham,” ucapnya saat diwawancarai, Kamis (23/7/2026).

Selanjutnya ia mengubah strateginya dengan membungkus cerita pengalamannya ke dalam bentuk dongeng lalu diceritakan ke beberapa tempat. Namun, cara itu pun dirasa belum cukup.

“Akhirnya saya putuskan untuk bikin buku. Dengan begitu, lebih banyak orang bisa membeli dan membacanya,” jawabnya.

Kombinasi antara kehidupan sehari-hari, hasil riset, dan imajinasi berhasil melukiskan cerita yang menarik dan mudah dipahami bagi pembaca.

Dalam alur ceritanya, Santa menjadikan tanaman, hewan, dan benda tak hidup bisa berbicara dengannya sehingga membuat cerita lebih hidup.

Buku ini terdiri dari sepuluh judul cerita dengan kisah yang berbeda tapi mempunyai tujuan yang sama untuk memberikan edukasi agar pembaca sadar, peka dan lebih mencintai terhadap alam.

Santa berharap, buku ini dapat membuat semua orang sadar untuk peduli terhadap alam dengan menjaga lingkungan dan tidak buang sampah sembarangan.

Ibunda Santai, Reta Alacoque menyampaikan pembuatan buku merupakan inisiatif dari Santa. Orang tua hanya sebagai pendamping dan memberikan gambaran tentang karya yang akan dibuat.

Selaras dengan Reta, Sakti sebagai ayahnya menyampaikan bahwa orang tua yang bertanggung jawab adalah yang mendukung dan memfasilitasi anaknya sesuai dengan minatnya agar memberikan ruang kepada anak untuk berekspresi.

“Nanti waktu dia besar, dia tidak takut untuk berekspresi dan menjadi apa yang dia mau,” ucapnya.

(Muhammad Abdul Jalil)

No Comment

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.