Hindari Pencemaran Sungai, Kotoran Sapi Harus Diolah

Pengolahan kotoran sapi bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti dijadikan kompos, pakan cacing, hingga budi daya cacing, kompos, hingga bio gas.
Yanto menuturkan, Sungai Citarum tercemar kotoran dari 22.000 ekor sapi atau volumenya lebih dari 100 ton per hari.
Sementara, hanya sekitar 30 persen dari populasi sapi yang kotorannya dimanfaatkan untuk budi daya cacing, kompos, bio gas, media tanam dan lain lain.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, khususnya Sungai Citarum.
“Pengolahan kotoran hewan akan menjadi suatu solusi sehingga pencemaran sungai yang didominasi bahan organik akan berkurang dan Citarum yang kita cintai semakin harum,” ujar Yanto saat berkunjung ke lokasi pengolahan kotoran sapi di wilayah Sektor 4 Kampung Nyalindung, Desa Cikole, Kecamatan Lembang dan di Kampung Ciluember, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Selasa (18/11/2025).
Yanto bertemu dengan peternak yang telah mengolah kotoran sapi di lokasi tersebut. Yanto melihat cabai yang tumbuh subur karena diberi pupuk olahan kotoran sapi.
Ia sangat mengapresiasi pengolahan kotoran sapi menjadi kompos yang dilakukan oleh para peternak. Walaupun proses pengolahan kotoran sapi tergolong panjang, tetapi apabila dijadikan suatu kebiasaan akan menjadi solusi pencemaran sungai.
Salah seorang peternak Wawan mengatakan, cabai yang dipanennya tergolong besar berkat pupuk organik dari kotoran sapi. Ia berharap, dengan pembinaan dari Satgas Citarum Harum, semakin banyak peternak yang mengolah kotoran hewan untuk pupuk organik.
No Comment