Pemprov Jabar Targetkan Sanitasi Layak 100 Persen pada 2045

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jawa Barat Indra Maha mengatakan, masih ada 3,11 juta kepala keluarga di Jawa Barat yang belum memiliki akses sanitasi layak. Kondisi itu berpengaruh kepada kesehatan manusia, salah satunya diare dan stunting.
Dikatakan Indra, jumlah kasus diare di Jawa Barat mencapai 1,3 juta pada 2023. Sementara, prevalensi stunting di Jawa Barat pada 2024 sebesar 15,9 persen. Salah satu penyebab stunting yaitu kurangnya akses air bersih dan sanitasi.
Masalah sanitasi menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Untuk mengatasinya, Pemprov Jabar menata sanitasi lingkungan, dengan cara membuat sarana mandi, cuci, kakus di lingkungan pemukiman sekitar daerah aliran sungai. Dengan begitu, dapat terwujud kondisi bebas buang air besar sembarangan,” kata Indra dalam webinar Klinik Sanitasi Jawa Barat yang diselenggarakan Dinas Perumahan dan Permukiman Jawa Barat, Rabu (17/9/2025).
Ketua Tim Kerja Penyehatan Air, Sanitasi Dasar, Pengendalian Vektor, dan Binatang Pembawa Penyakit Kementerian Kesehatan Sugiarto menambahkan, 57 persen kasus diare disebabkan oleh akses sanitasi yang tidak aman. Selain diare, sanitasi buruk juga mengganggu kehamilan dan pertumbuhan anak serta menimbulkan infeksi parasit.
Oleh karena itu, perlu peningkatan akses sanitasi aman. Berdasarkan data World Health Organization, sebanyak 1,4 juta kematian dapat dicegah jika masyarakat dapat mengakses air, sanitasi dan higienitas aman.
Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat melakukan perilaku hidup sehat dan bersih untuk menghindari penyakit akibat sanitasi tidak aman. Lima perilaku yang perlu diterapkan, yaitu berhenti buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan air limbah domestik rumah tangga.*
No Comment