Blog

Antisipasi Longsor, Sektor 19 Benahi Tanggul Kritis

KARAWANG-Untuk mengantisipasi erosi akibat limpasan air, Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 19 Subsektor 3/Renggasdengklok melaksanakan penimbunan pada area tanggul kritis di Dusun Krajan Selatan, RT. 15 RW. 07, Desa Karyasari, Kecamatan Renggasdengklok, Karawang, Kamis (23/9/2021).

Kegiatan tersebut dipimpin Dansubsektor 3/Renggasdengklok, Sertu Cepi dan personil, serta dibantu masyarakat setempat.

Kepada media, Sertu Cepi menuturkan, jelang musim penghujan pihaknya harus melakukan antisipasi banjir maupun longsor. Di antaranya di area tanggul kritis. Pihaknya saat itu menacapkan bambu-bambu dan menempatkan karung pasir di area tanggul.

“Ini adalah upaya untuk mencegah terjadinya longsor atau erosi akibat meluapnya air sungai Citarum ke pemukiman masyarakat. Satgas Citarum Subsektor 3 bersama warga sekitar bergerak cepat menanggulangi hal tersebut,”ujarnya.

Selain itu, Dansubsektor 3 tetap mengingatkan masyarakat untuk pereli terhadap kelestarian lingkungan yaitu dengan tidak membuang sampah ke sungai. “Saya berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai, karena akan menyebabkan terjadinya banjir,”ucapnya.

Sementara itu, Satgas Citarum Harum Sektor 19 Subsektor 1/Batujaya membuat lubang biopori di bantaran tanggul Citarum. Biopori berguna untuk resapan air, sehingga dapat mencegah terjadinya bencana banjir.

Dansubsektor 1/Batujaya, Serda Sukarta Wijaya bersama personilnya, serta dibantu Ketua RT 06 Mahtum, Ketua RW 01 Ansor, Tokoh Pemuda Heri dan beberapa masyarakat Dusun Tengah, RT 06/0, Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.

Sukarta menuturkan, pembuatan lubang biopori di sekitar tanggul Citarum khususnya berdekatan dengan tempat tinggal masyarakat sekitar. “Pembuatan lubang biopori dikhususkan di lokasi yang dekat dengan pemukiman masyarakat,”ucap Sukarta.

Lanjutnya, selain bermanfaat untuk resapan air, lubang biopori dapat bermanfaat untuk dijadikan pembuatan pupuk organik buang bisa dimanfaatkan sebagai penyubur tanaman. Cara pembuatan pupuk organik tersebut adalah dengan memasukkan sampah kering atau sejenis sayur ke lubang biopori yang sudah disiapkan, lalu setelah beberapa hari baru bisa digunakan sebagai pupuk.

“Lubang biopori bisa bermanfaat untuk membuat pupuk organik dengan cara memasukkan daun kering atau sayuran. Pupuk ini bermanfaat bagi tanaman,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sukarta, Satgas Citarum bersama warga juga membersihkan sampah dan rumput liar yang ada di bantaran sungai Citarum. Kerja bakti ini merupakan salah satu kepedulian Satgas Citarum Sektor 19 terhadap kebersihan lingkungan di sekitar bantaran sungai Citarum.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar menjada kersihan lingkungan khususnya bantaran sungai Citarum,”ucapnya.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.