Blog

Balitbangkes Kembali Terjun Dalam Penelitian Kesehatan Masyarakat di DAS Citarum

BANDUNG-Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI akan melakukan penelitian di Daerah Aliran Sungai Citarum mengenai Riset Intervensi Water, Sanitation and Hygiene Pada Tataran Rumah Tangga di Daerah Aliran Sungai Citarum, Kota Bandung dan Kabupaten Karawang (2021 – 2023). Dalam kurun tiga tahun tersebut terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Sebelumnya, mereka pernah melakukan penelitian Kajian Kualitas Lingkungan Daerah Aliran Sungai Citarum dan Status Kesehatan Masyarakat (2018) dan Penelitian Penilaian Potensi Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Peningkatan Kualitas Kesehatan Lingkungan di Daerah Aliran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung (2019).

Hal itu diungkapkan Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarajat Doddy Izwardi dalam seminar virtual yang diselenggarakan Kemenkes RI bersama Satuan Tugas CItarum Harum, Kamis (4/6/2021) kemarin.

“Tahun 2018 lokasi tersebut sudah relatif bersih dari sampah akan tetapi secara kualitas belum banyak diketahui sehingga dengan membaiknya kondisi sungai citarum perlu diikuti dengan PHBS masyarakat sehingga tidak ada lagi BABS dan membuang sampah ke sungai,”kata Doddy.

Namun permasalahan kesehatan lingkungan di DAS Citarum sangat terkait dengan perilaku masyarakat maka perlu dikembangkan model intervensi pemberdayaan masyarakat yang tepat. Bersifat pendampingan kepada masyarakat dengan pendekatan participatory action research (PAR) yang akan dilaksanakan tiga tahun.

“Dalam waktu tiga tahun tersebut lokasi yang dipilih yaitu di kelurahan Tamansari Kota Banndung dan Desa Kuta Ampel Kabupaten Karawang dengan melibatkan 80 di lokasi berpotongan dengan lokasi program prioritas penanganan DAS Citarum sesuai dengan Perpres no 15/2018 dan lokasi terpilih untuk program intervensi kesehatan lingkungan pada DAS Citarum oleh direktorat kesehatan lingkungan Kemenkes RI 2018,”ujar Doddy.

Adapun beberapa indikator rumah tangga yang diteliti yaitu rumah tangga miskin, memiliki balita/bayi, ibu hamil, dan lansia.

“Dengan rencana penelitian tersebut pihaknya meminta dukungan penelitian dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan juga Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Karawang,”ucap dia.

Dari penelitian tersebut pihaknya berharap mendapatkan penguatan intervensi pemberdayaan dengan pendekatan PAR terkait stop BABS, cuci tangan pakai sabun, penyediaan air minum rumah tangga, mengelola limbah cair rumah tangga, dilanjutkan dengan implementasi dan evaluasi intervensi di DAS Citarum.(*)

No Comment

1
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.