Blog

Banjir Bandung Selatan Surut, BBWS Berbenah Kolam Retensi Andir

BANDUNG-Sodetan Cisangkuy maupun Terowongan Nanjung kembali membuktikan efektifitas dalam mengurangi genangan maupun durasi banjir di Kawasan Bandung Selatan. Setelah kawasan Bandung Raya digempur hujan pada Senin (24/5/2021) malam, kini berangsur surut. Adapun hasil pencitraan drone masih terlihat genangan, hal itu merupakan sisa genangan yang tertahan di cekungan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau, Situ, Embung BBWS Citarum Iman Ramdhani mengatakan, banjir sudah berangsur surut. Untuk diketahui pada Selasa (25/5/2021) pukul 04.00 elevasi muka air Citarum di Kolam Retensi Cieunteng +660.04 MDPL. Kemudian pada Rabu (26/5/2021) pukul 20.00 elevasi muka air +657.9 MDPL atau sudah turun kurang lebih 2 meter.

“Selama jeda waktu tersebut sudah turun +/- 2 Meter. Saat ini elevasi sudah di angka 657,5 MDPL terpantau dari CCTV kami. Angka tersebut menandakan genangan telah surut dan kondisi kembali normal, tidak ada lagi luapan Sungai Citarum,”kata Iman, Kamis (27/5/2021).

Diakui Iman,kondisi banjir Selasa kemarin terpantau luas karena hujan turun di mayoritas daerah di Bandung Raya. Hujan terjadi di Utara, Selatan dan Timur kawasan Bandung yang mengalir ke Cisangkuy, Cikapundung maupun ke anak sungai yang ada di hulu Citarum. Meski begitu dalam hitungan kurang dari 24 jam, air mulai surut seiring dengan infrastruktur penanganan banjir yang saat ini sudah rampung yaitu kolam retensi Cieunteung, sodetan atau floodway Cisangkuy, dan Terowongan Nanjung yang mempercepat aliran air hingga ke hilir.

“Biasanya hitungan hari air mulai surut,”ujar Iman.

Di sisi lain,pihaknya yang saat ini tengah mengerjalan proyek pembanguna Kolam Retensi Andi dan sejumlah polder di kawasan Citarum di Kabupaten Bandung selatan harus melakukan penyedotan air hujan yang menggenang di kolam yang saat ini progresnya baru mencapai 50 persen.

“Air menggenangi kolam jadi kami harus menyedot airnya dengan pompa agar kami bisa melanjutkan pekerjaan dengan penggalian,”ucap dia.

Sementara itu ketika banjir surut, Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 7 membantu warga dalam membersihkan lumpur sisa banjir dua hari kemarin. Untuk diketahui di wilayah Sektor 7 Satgas Citarum telah terjadi Banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung karena hujan deras dari malam sampai dini hari.

Komandan Sektor 7 Kolonel Infanteri Jefson Marisano menyebutkan untuk di wilayah Sektor 7, wilayah yang terdampak banjir di Kelurahan Andir, Kelurahan Pasawahan, Desa Dayeuhkolot, Desa Bojongmalaka dan Desa Pangauban.

“Pasca hujan deras yang melanda di beberapa desa/kelurahan wilayah Sektor 7 tersebut maka terjadi banjir kembali menggenangi beberapa RW atau Kampung. Namun demikian terjadinya banjir tidak berlangsung lama, sehari setelah pasca hujan deras dan banjir berangsur-angsur mulai surut,”kata dia.

Komandan Sektor 7 Satgas Citarum telah memerintahkan kepada para Dan Sub Sektor yang wilayahnya terdampak banjir agar membantu warga terutama pasca banjir melaksanakan bersih-bersih lumpur di wilayah Dayeuhkolot, Andir, Bojongmalaka, Pasawahan dan Pangauban.

“Beberapa desa/kelurahan yang terdampak banjir tersebut seperti fasilitas umum berupa jalan-jalan, mushola/masjid, sekolah sudah mulai dibersihkan, seperti yang terlihat saat ini di Kampung Bojongasih Desa Dayeuhkolot beberapa anggota Sub Sektor Dayeuhkolot bersama warga Kampung Bojongasih membersihkan jalan dan selokan dari lumpur banjir. Beberapa desa lainnya akan melaksanakan kerja bakti pembersihan pasca banjir pada hari Minggu ini,”ujar dia

Jefson berharap bencana banjir yang menjadi langganan di wilayah Sektor 7 seperti Dayeuhkolot dan Andir ini dalam waktu yang tidak lama segera teratasi, dengan dibangunnya kolam retensi di Andir yang saat ini sedang berjalan, beberapa polder dan rumah pompa di sekitar Dayeuhkolot.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.