Blog

Bappenas Kunjungan ke Proyek Infrastruktur Sumber Daya Air di Citarum

KOTA BANDUNG-Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia melakukan kunjungan lapangan dalam kerangka Pemantauan Pelaksanaan RKP 2021 dan Pemutakhiran RKP 2022 terhadap Infrastruktur Sumber Daya Air Wilayah Sungai Citarum di Sekretariat Satgas PPK DAS Citarum, Jalan Dago, Kota Bandung, Kamis (18/11/2021).

Hadir Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Bappenas Taufik Hanafi, Ditjen Sumber Daya Air BBWS Kementerian PUPR, Kasdam III/Siliwangi; Bappeda Provinsi Jabar; Ketua Harian Satgas PPK DAS Citarum; DLH Provinsi Jabar; Asisten Teritorial Kodam III/Siliwangi; Asisten Perencanaan Kodam III/Siliwangi, dan Tim Ahli Satgas PPK DAS Citarum.

Kepala Bappeda Jabar, Ferry Sofwan Arif saat itu menyampaikan capaian pelaksanaan rencana aksi pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum tahun 2019-2021. Kondisi awal sungai Citarum pada tahun 2018 adalah cemar berat. Pada tahun 2020, indeks kualitas air sudah mencapai cemar ringan dan akan terus diupayakan bersama menuju mutu air kelas II yang menjadi ultimate goal di tahun 2025.

“Perpres 15 2018 ini yang menjadikan kita bersama-sama di Jawa Barat, karena berkaitan dengan percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum. Inilah yang mendorong kami bersama-sama harus melakukan gerak cepat dan kolaborasi,” ujar Ferry.

Sementara itu, Taufik Hanafi, Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Bappenas pada kesempatan tersebut mengatakan, dalam major projek yang ada dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2021 ataupun RKP 2022 yang sedang dalam proses pemutakhiran terdapat major project pemulihan empat daerah aliran sungai kritis. Dan salah satunya yaitu Sungai Citarum.

Dalam RKP 2021 ataupun 2022. Ada 2 prioritas nasional yang erat kaitannya dengan PPK DAS Citarum yaitu Prioritas Nasional (PN) No.5 yaitu memperkuat infrastruktur dan mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar dengan infrastruktur pelayanan dasar. Ada indikator penting dituangkan salahsatunya jumlah kab/kota yang terpenuh kebutuhan air bakunya disini peran Sungai Citarum sangat penting dan strategis. Prioritas Nasional (PN) 6 yaitu membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim. Di command center ada info penting salahsatunya terkait dengan lahan kritis. Bagaimana memperkuat sistem ketahanan bencana.

“Kami telah melakukan berbagai review. Apresiasi dan penghargaan terhadap pengelolaan sungai citarum mengalami kemajuan yang luar biasa,”tuturnya.

Dikatakan Taufik, dengan keterbatasan yang ada bisa memantau situasi yang terjadi di lapangan melalui Command Center. Menurut dia, banyak usulan penting di command center untuk memperkuat memonitor kondisi di lapangan.

Selebihnya, Taufik berharap dari dampak dan manfaat PPK DAS Citarum bisa memberikan dukungan kebutuhan air baku di lapangan. Hal itu termasuk kawasan industri yang memerlukan dukungan mengenai air bersih untuk pelaksanaan kegiatannya.

“Dalam aspek lingkungan, kami memiliki komitmen yang tinggi terutama penanganan DAS Citarum yang sampai 270 KM panjangnya. Sosialisasi yaitu tidak hanya di tingkat nasional dan lokal tapi di tingkat global perlu dipikirkan untuk ditindaklanjuti terkait laporan/berita yang sudah viral terkait Citarum itu bahwa kita mampu dan sekarang kondisinya lebih baik,”ujarnya.

Untuk diketahui, usai melakukan diskusi, rombongan mengunjungi sejumlah proyek di Citarum seperti oxbow Bojongsoang, Kolam Retensi Andir dan Jumat ini mereka melakukan kunjungan ke waduk-waduk di sekitar Citarum.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.