Blog

Dansektor 22 Pastikan TNI Tetap Berkomitmen Tangani Citarum

Bandung – Penanganan Citarum kini melibatkan TNI dan hasilnya cukup efektif, Sungai Citarum yang dulu cemar berat kini sudah berada di fase cemar ringan. Campur tangan TNI tak luput di dalamnya.

Bercerita mengenai peranan TNI, Komandan Sektor 22 Kolonel Infanteri Eppy Gustiawan menjelaskan lika-liku maupun suka duka dalam menjalankan tugas menangani sungai terpanjang di Jawa Barat ini pada suatu kesempatan podcast yang digelar di Kebun Binatang Bandung beberapa waktu lalu.

Eppy mengatakan, TNI memiliki dua tugas di dalam Undang-Undang yaitu OMP (Operasi Militer Perang) dan Operasi Militer Selain Perang. Operasi Militer Selain Perang ini TNI diperbantukan pada Pemerintah Daerah. Pemerintah Daerah itu kebetulan di Provinsi Jabar pada tahun 2018 bahwa Citarum itu menjadi sorotan, bahwa Citarum menjadi Sungai terkotor di dunia. Sehingga mau tidak mau dengan permasalahan yang ada dan wujud perhatian dari pemerintah pusat turunlah Perpres untuk membentuk suatu satgas namanya Satgas Citarum Harum yang waktu itu digagas oleh Pangdam Doni Munardo.

“Dibentuklah Satgas Citarum Harum dengan meneliti bagaimana sih Indeks Kualitas Air Sungai Citarum. Waktu itu diteliti permasalahannya ada berbagai macam limbah, salah satunya masalah sampah. Sehingga dengan berbagai permasalahan yang ada TNI dimasukkan di situ,”ujar Eppy.

Selain itu, dari sisi kewilayahan secara kolaborasi dan pentahelix menangani permasalahan sampah, sehingga tidak masuk ke sungai dan mengurangi debit limbah. Sehingga TNI mau tidak mau ikut membantu persoalan yang ada di Pemerintah Daerah.

Adapun hasilnya, kata Eppy, Citarum Harum yang ada sejak 2018 dan sudah memasuk 2022, Citarum yang tercemar berat dalam kurun waktu masuk 4 tahun, kondisinya sudah tercemar ringan.

Disadari Eppy, Citarum adalah objek vital dan strategis karena dimanfaatkan untuk sumber daya listrik, termasuk untuk sumber irigasi, sumber kehidupan manusia di Jakarta, Jawa, dan Bali. Termasuk sebagai salah satu tempat perikanan air tawar, ada 3 waduk.

“Dengan adanya kapasitas itu, kita berharap semuanya bisa kembali berfungsi lagi. Karena apa? Semakin ke depan tentunya penambahan jumlah penduduk makin tinggi. Kalau sumber airnya juga sudah tidak bisa kita atasi dan sudah tercemar, mau tidak mau akan membawa sumber penyakit bagi masyarakat. Kita berharap sungai itu dalam keadaan normal dan bisa diberdayakan bagi masyarakat setempat,”ucapnya.

Tentunya sebagai Dansektor 22 Citarum Harum mempunyai harapan dan target setiap tahunnya. Sesuai Perpres 7 tahun dan masih jalan tahun keempat. “Saya sampaikan bahwa, dari aspek indeks kualitas airnya, Citarum itu sudah tercemar ringan. Harapan kita ke depannya selain kita bekerja secara fungsi TNI-nya, kita juga berharap kepada stakeholder terkait, pemangku kebijakan yang ada, warga masyarakat yang ada, ayo kita sama-sama jaga alam dan lingkungan kita. Jangan menjadi sumber tempat pembuangan,”ucapnya.

“Kami berpesan, kita berharap warga bisa ikut andil dalam perawatan dan pemeliharaan. Karena seperti saya sebutkan tadi, ini menjadi prioritas. Apalagi air menjadi sumber kehidupan buat kita bersama. Sekarang mungkin kita cukup, tapi ke depannya kita perlu antisipasi,”tuturnya melanjutkan.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.