Blog

Dinas SDA Perbaiki Tanggul Bendung Ciyasana

KAB BANDUNG – Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Sidik melakukan peninjauan perbaikan tanggul Bendung Ciyasana yang jebol akibat intensitas hujan yang tinggi yang terjadi pada Sabtu, 27 November 2021 kemarin. Saat itu terjadi luapan pada Sungai Cikeruh di Kampung Pintu Air, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Dikutip dari akun instagram Dinas SDA Jabar, petugas Daerah Irigasi Ciyasana UPTD PSDA Wilayah Sungai Citarum bersama warga dari 3 RW setempat telah melakukan penanganan pasca bencana bergotong royong melakukan perbaikan tanggul darurat dengan teknik penumpukan karung yang berisi tanah, pemasangan plastik geomembran juga sedang upayakan mendatangkan dolken dari UPTD PSDA WS. Citarum agar penangannya bisa lebih cepat.

Sebelumnya, Sektor 21 turun tangan membantu warga Kampung Babakan Rawa Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung yang terdampak jebolnya tanggul di Sungai Cikeruh, Selasa (16/11/2021).

Hadir saat itu Dansektor 21 Kolonel Arm Nursamsudin bersama Dansub sektor 02 Cileunyi Sertu Adi Prayitno ke daerah terdampak di Kp Babakan Rawa RT 07 RW 08 Desa Rancaekek Kulon Kecamatan Rancaekek.

“Tanggul jebol pada Senin malam 15 November 2021 sekitar pukul 20.30, sebanyak 5 unit rumah rusak berat dan 22 unit alami rumah rusak ringan,”ujar Adi dalam laporannya.

Dilaporkan Adi, saat kunjungan Dansektor tadi pagi,air sudah surut dan Anggota Satgas Citarum harum sub sektor 02 Cileunyi bersama relawan membantu dalam pembersihan rumah warga dan mengevakuasi 1 unit motor yang hanyut.

“Dansektor 21 Satgas Citarum pun melaksanakan pengecekan ke rumah warga yang terkena dampak dari jebolnya tanggul,”tuturnya.

Sementara itu, dikutip dari jabar.tribunnews.com, Menurut Camat Rancaekek, Baban Banjar, banjir yang melanda Rancaekek terjadi di dua titik.

“Yang pertama akibat tanggul jebol di Babakan Rawa dan yang kedua di sini akibat meluapnya sungai,” ujar Baban, saat menijau rumah warga yang banjir di Kampung Bobodolan, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Selasa (16/11/2021).

Menurut Baban, sebelum adanya pengerukan sungai, jika terjadi banjir bisa berdampak pada sekitar 10 desa.

“Namun, sekarang setelah adanya pengerukan sungai, baru terjadi lagi banjir, yang terdampak 4 RW di Desa Rancaekek Wetan, yakni RW 6, 7, 8, 9,” kata Baban.

Menurut informasi, banjir di Rancaekek terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan kembali surut sekitar pukul 02.00 WIB.

Baban memaparkan, hingga kini belum terdapat data yang rinci terkait korban banjir, namun dari data sementara ada sekitar seribu kepala keluarga yang terdampak.(*)

No Comment

1
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.