Blog

DLH Jabar Peringati Earth Hour 2022

Earth Hour merupakan momentum strategis untuk mengingatkan masyarakat bahwa terjadinya perubahan iklim juga berasal dari penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil sehingga selain diperlukan penggunaan sumber energi terbarukan juga dibutuhkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup yang hemat energi.

Satu sisi ketergantungan manusia kepada listrik dari masa ke masa semakin meningkat. sementara, pembangkit listrik mayoritas berbahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang mengeluarkan Gas Rumah Kaca (GRK) berupa karbon dioksida (CO2) yang berdampak pada pemanasan global.

Pada tahun 2021 emisi gas rumah kaca di jawa barat telah mencapai 72.404.900,14 ton co2eq dengan kontribusi tertinggi sebesar 38,28 persen berasal dari sektor energi, diikuti selanjutnya dengan transportasi, limbah dan pertanian.

Gas rumah kaca tersebut menimbulkan pemanasan global dan perubahan iklim yang berdampak pada naiknya permukaan air laut akibat melelehnya lapisan es, kepunahan pada keanekaragaman hayati, gelombang panas yang lebih lama, kekeringan, kebakaran hutan, curah hujan yang semakin tinggi dan cuaca ekstrem lainnya yang di akibatkan oleh perubahan iklim. maka dari itu diperlukan berbagai aksi adaptasi, mitigasi dan pengendalian terhadap perubahan iklim tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Prima Mayaningtyas mengatakan, dengan adanya gerakan Earth Hour, diharapkan akan semakin banyak pihak yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai simbol kontribusi terhadap perubahan iklim, serta menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk melakukan perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Kampanye hemat energi ‘’Earth Hour’’ kembali digelar, kali ini dinas lingkungan hidup provinsi jawa barat menyelenggarakan peringatan Global Switch Off Earth Hour 2022 yang jatuh pada hari Sabtu, 26 Maret 2022.

Prima mengatakan, kegiatan ini menjadi agenda rutin yang diadakan oleh pemerintah daerah provinsi jawa barat setiap tahunnya, sebagai bentuk komitmen dalam upaya mengatasi perubahan iklim.

‘’Kami mendapatkan informasi dari WWF Indonesia sebagai inisiator earth hour di Indonesia, kegiatan earth hour tahun ini berlangsung secara sederhana namun penuh makna, mengingat kondisi kita dalam kondisi pandemi terlebih tengah ada peperangan ukraina-Rusia, sehingga tidak ada kemeriahan yang memperlihatkan kegembiraan yang berlebih, hal ini juga sama seperti dua tahun sebelumnya” ujar Prima.

Lebih lanjut Prima mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat edaran dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat kepada Kabupaten/Kota untuk melakukan hal yang sama di lingkungannya masing-masing. Mengacu pada substansi Earth Hour yang merupakan upaya konservasi lingkungan secara global, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya rutin melaksanakan kegiatan ini setiap tahun tetapi juga senantiasa menghimbau seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di wilayah jawa barat beserta segenap komponen masyarakat jawa barat untuk ikut serta berpartisipasi melaksanakan gerakan Earth Hour.

“Ada 2 icon provinsi yang akan dipadamkan yaitu gedung sate sebagai pusat pemerintahan daerah provinsi jawa barat yang juga merupakan heritage peninggalan belanda, juga tugu monumen perjuangan akan turut serta didalamnya. Selain itu kantor perangkat daerah lingkup provinsi Jabar dan icon kabupaten/kota akan turut dipadamkan juga” kata Prima.

Selain kata Prima, banyak para bupati/walikota yang telah membuat surat edaran dan membuat video ajakan yang telah tersebar di masyarakat untuk mematikan lampu dan alat elektronik yang sedang tidak digunakan pada pukul 20.30-21.30 WIB, pihaknya sangat berterima kasih atas dukungan dan partisipasi dari semua pihak yang telah turut serta dalam aksi global ini.

Sementara itu, kegiatan Earth Hour tahun 2022 mengambil tema yaitu : “Shape Our Future”, yang diartikan Tentukan Masa Depan Kita. hal ini dimaknai dengan mengubah gaya hidup dan mengambil bagian untuk masa depan yang lebih baik bagi manusia dan planet bumi.

“Saat ini dan masa depan kita bergantung pada komitmen untuk melindungi apa yang tersisa dari alam dan memulihkan apa yang telah hilang untuk segera mengambil tindakan melestarikan alam,” kata dia. ()*

Ilusrasi Pengurangan Listrik Selama Satu Jam. Misalkan pelanggan PLN dengan tarif daya/golongan R1 t/1300 va watt (prabayar), menyalakan 10 titik lampu dengan daya masing-masing 50 watt selama 1 (satu) jam.

Pemakaian listrik :
10 x 50 watt x 1 jam = 500 watt
500 watt ≈0,5 kwh
Tarif pemakaian listrik = 0,5 x rp. 1.467 = rp. 733, 5

Penghitungan dalam 12 jam :

Perabotan rumah tangga, misalnya:
7 lampu dengan daya 30 watt
1 unit ac 1 pk dengan daya 750 watt
1 unit led tv 43 inci dengan daya 50 watt
1 set sound system dengan daya 10 watt
1 setrika listrik dengan daya 350 watt
1 unit kulkas dengan daya 300 watt
1 unit mesin cuci dengan daya 350 watt

Bila semua sudah dicatat, mari ilustrasikan berapa lama perangkat itu bakal diaktifkan. Tentu saja tidak mungkin ac dan lampu nyala selama berhari-hari. Lain halnya dengan kulkas yang memang harus on.

Estimasi konsumsi tarif listrik :
7 lampu nyala dalam dari pukul 18.00 hingga 06.00 alias 12 jam. Dengan asumsi, jam 06.00 sudah berangkat kantor, lampu-lampu rumah pasti dimatikan. Maka total daya dari lampu dalam satu hari adalah 7 x 30 watt x 12 jam = 2.520 watt

1 unit ac yang dipasang ketika kamu nyalakan ketika kamu mau tidur. Sebut saja pukul 21.00 hingga 05.00 alias delapan jam. Maka total daya dari penggunaan ac dalam sehari adalah 750 x 8 = 6.000 watt

Led tv yang cuma menyala lima jam sehari saja mengingat kamu sibuk bekerja. Konsumsi dayanya dalam sehari adalah 50 x 5 jam = 250 watt

Sound system yang jarang banget dipakai, paling hanya dua jam sehari karena dalam sehari kamu cuma bisa nonton film dengan durasi pendek. Sound system itu bakal menyedot daya 10 x 2 = 20 watt

Setrika listrik yang dipakai selama dua jam, maka konsumsi dayanya 350 x 2 = 700 watt

Kulkas yang tentunya menyala selama 24 jam. Pasti konsumsi dayanya jadi 300 x 24 = 7.200 watt.

Dan yang terakhir, mesin cuci yang dipakai selama dua jam sehari. Maka dayanya 350 x 2 = 700 watt.

Langkah selanjutnya adalah menjumlahkan total konsumsi daya listrik dalam masing-masing perabotan. Begini contohnya.

2.520 watt + 6.000 watt + 250 watt + 20 watt + 700 watt + 7.200 watt + 700 watt = 17.390 watt dalam sehari.

Untuk mendapatkan satuan kwh, maka 17.390 watt : 1000 = 17,39 kwh.

Setelah kamu mendapatkan angka konsumsi listrik rumahmu dalam satuan kwh, maka tinggal kamu kalikan saja dengan tarif dasar listrik per golongan.

Jika per kwh adalah rp 1.467,26 maka biaya listrikmu dalam sehari adalah : 17,39 kwh x Rp 1.467,26 = Rp 25.515,65

Jika dalam sehari biaya listrik sebesar itu, tagihan listrik dalam sebulan kurang lebih :
Rp 25.515,65 x 30 hari = Rp 765.469,5.

Tapi itu semua dengan catatan, perabotan benar-benar aktif dalam waktu yang tertera ya. Jika ac-nya nyala sampai 10 jam, atau setrikaannya nyala dalam tiga jam saja, tentu sudah berubah angkanya.

No Comment

1
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.