Blog

Hari Hutan Sedunia, Ingatkan Pentingnya Peran Hutan

Setiap 21 Maret setiap tahunnya saat ini diperingati sebagai Hari Hutan Sedunia, Adapun tema Hari Hutan Sedunia 2022 yaitu Hutan dan Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan. Tema tersebut fokus kepada kelestarian kayu-kayu secara berkelanjutan untuk kehidupan bersama.

Dikutip dari akun resmi Instagram Dinas Lingkungan Hidup Jabar, sebelum menjadi Hari Hutan Sedunia (International Forest Day), peringatan ini bernama World Forestry Day.

Pada tahun 1971, anggota Konferensi Organisasi Pangan dan Pertanian yang ke 16 mengusulkan untuk mengadakan World Forestry Day yang jatuh setiap tanggal 21 Maret. Usulan ini disetujui dan kemudian diadakanlah peringatan yang berlangsung mulai dari tahun 2007 hingga 2012 yang diselenggarakan oleh Center for International Forestry Research (CIFOR).

World Forestry Day atau Forest Day yang pertama diadakan di Bali pada tahun 2007. Kemudian, Forest Day diadakan pada tahun 2008 di Poznan, Polandia, tahun 2009 di Copenhagen, Denmark, pada tahun 2010 di Cancun, Meksiko, pada tahun 2011 di Durban, Afrika Selatan, dan terakhir pada tahun 2012 di Doha, Katar.

Mulai tahun 2013, namanya berubah menjadi Hari Hutan Sedunia di mana peringatan ini dirayakan di seluruh dunia dengan tema yang berbeda setiap tahunnya.

Luas hutan di seluruh dunia saat ini mencapai 4,06 miliar hektare, dimana 125 juta hektare berada di Indonesia. Pentingnya peran hutan bagi kehidupan kita, membuat kita harus selalu menjaga kelestarian hutan.

Selain sebagai paru-paru dunia, hutan berfungsi juga sebagai penyedia air. Fungsi hutan sendiri salah satunya adalah sebagai tempat untuk menampung dan menyimpan air hujan, kegiatan ini dilakukan oleh berbagai tumbuhan yang ada di hutan dengan cara mengikat air yang terserap ke tanah sehingga air hujan tidak seluruhnya turun ke daerah bawah.

Hutan memiliki kemampuan sebagai regulator air, yang mampu mengatur, menyokong proses alami dan menyediakan air bila dibiarkan tetap alami. Hutan mampu menyimpan air di musim hujan dimana ketersediaan air berlimpah, lalu melepaskan air saat musim kemarau, saat dimana ketersediaan air sangat kurang. Selain itu, hutan juga dapat menyaring air di dalam tanah, sehingga air menjadi bersih.

Menurut data dari Food and Agriculture Organization (FAO), sekitar sepertiga dari kota-kota besar di dunia, sepertiga kota-kota besar di dunia, sangat bergantung kepada hutan lindung sebagai penyedia air bersih.(*)
.

No Comment

3
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.