Blog

Hari Menanam Pohon Indonesia, Sektor 23 Bagikan 1.000 bibit pohon

KAB BANDUNG – Sektor 23/Pembibitan Satuan Tugas CItarum Harum menggelar peringatan Hari Menanam Pohon Nasional di kawasan Gunung Wayang, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Minggu (28/11/2021). Sektor 23 memberikan 1.000 bibit pohon ekaliptus kepada generasi muda untuk peduli terhadap hutan dan lingkungannya yang ditanam secara serentak.

Dansektor 23 Kolonel Arh Wahyu Jiantono, menuturkan, diharapkan dengan adanya gerakan ini bisa menggugah hati masyarakat untuk lebih peduli dan mencintai terhadap lingkungannya.

“Pentingnya pohon untuk menjaga iklim mikro dan pemanasan global, sehingga diharapkan kesadaran yang tinggi masyarakat untuk tidak menebangi pohon. Boleh menanam sayur untuk kehidupan ekonominya tetapi tidak menebangi pohon. Ekosistem hutan perlu dijaga agar tidak rusak karena apabila menebang pohon secara sembarangan akan mengakibatkan penderitaan mahluk hidup sekitarnya,”ucap dia.

Saat ini sektor 23 sedang meningkatkan rehabilitasi lahan kritis. Sudah sekitar 1.000 hektare lebih lahan kritis produktif kembali dan hanya menyisakan kurang lebih 300 hektare yang sedang dalam proses pemulihan lahan.

“Pemulihan ini akan berlangsung sampai dengan 2025 melalui pola penanaman agroforesty. Kami optimistis pemulihan ini dapat terwujud. Dukungan dari dinas terkait, pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat sangat dibutuhkan sinergi menyelesaikan masalah lahan kritis ini,”ucapnya.

Dengan kegiatan tersebut, Wahyu mengapresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia ini.

“Saya berharap kita lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan serta merawat pohon untuk kehidupan yang lebih baik nantinya.Ini sebuah inisiasi yang perlu disuritauladani dan dilakukan oleh semua generasi muda Indonesia, mengingat kondisi hutan negara kita sudah parah,”ucapnya.

Menurut dia, semua generasi wajib mengetahui bahwa deforestasi alias penebangan hutan di negara ini sudah sangat parah, belum lagi problematika lain seperti kebakaran hutan, pembukaan lahan untuk berbagai macam ‘keperluan, hingga pembangunan infrastruktur yang tidak mengindahkan norma dalam menjaga lingkungan.Meski terkesan sepele.

Bahkan, kata dia, beberapa studi telah menunjukkan bahwa kerusakan hutan di Indonesia turut menyumbang perubahan iklim dunia. Indonesia masuk dalam urutan tiga besar penghasil emisi terbesar gas rumah kaca setelah Amerika Serikat dan China.(*)

No Comment

1
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.