Blog

Hore, Ada Taman Wisata Desa Di Sektor 23

KAB.BANDUNG-Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 23 akhirnya dapat mewujudkan salah satu cita-cita mereka yaitu membangun kawasan wisata alam terpadu di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari di beberapa hektare sektor pembibitan. Adalah Tawides, kawasan tersebut dinamai atau Taman Wisata Desa yang akan menjadi destinasi baru wisata di Kertasari Kabupaten Bandung.

Di sana yang merupakan kawasan pembibitan Sektor 23 disulap menjadi kawasan wisata berwawasan agroforesty di mana pengunjung akan dikenalkan dengan sistem agroforesty di hamparan pembibitan Sektor 23. Selain itu pengunjung dapat mengenal dan mencicipi wisata stroberi yang buahnya besar dan manis, kemudian arena kemping, kolam perahu, dan kedai kopi Kertasari.

Komandan Sektor 23 Kolonel Arh Wahyu Jianto menuturkan, secara bertahap pihaknya mewujudkan kawasan wisata tersebut sejak awal tahun 2021. Saat ini kawasan tersebut sudah siap menerima kunjungan namun secara resmi belum dibuka untuk umum karena masih dalam masa PPKM Level 4.

“Habis PPKM ini insyaallah akan kami resmikan dan pengunjung bisa menikmati kawasan wisata pertanian dan perkebunan di sini” ujar dia, Minggu (8/8/2021).

Pihaknya tinggal melakukan pemavingan jalan menuju tempat wisata baru tersebut.

Dikatakan Wahyu, meski belum dibuka untuk umum beberapa petinggi TNI, pemerintahan bahkan DPR RI sudah mengunjungi Tawides tersebut. Mereka pada umumnya mengapresiasi kerja keras Sektor 23 yang menjadikan taman tersebut sebagai wahana edukasi bagi masyarakat agar bersama-sama menjaga alam yakni hulu Sungai Citarum.

“Dengan pola agroforesty pola kombinasi tanaman kayu keras dan semusim. Saya ingin masyarakat menanam mengikuti sistem ini, jadi tidak hanya mementingkan ekonomi, tapi keepentingan ekologi jangan sampai diabaikan. Kita ini kan di hulu jadi penyangga, sehingga fungsi hutan harus dijaga,”ucap dia.

Di sisi lain, hadirnya taman wisata tersebut mendukung program desa sebagai desa wisata. Di mana potensi Gunung Wayang Windu begitu berlimpah memiliki peluang besar kewisataan.

“Taman ini sebagai monumental Sektor 23 juga, kami ingin bersama masyarakat menjaga alam,” ucap Wahyu.

Dalam proses pengerjaannya, masyarakat sekitar pun dilibatkan terutama mereka yang menanam di Gunung Wayang Windu. Sehingga nantinya pengelolaan pun akan dilakukan bersama-sama masyarakat.

“Masyarakat yang nanti kelola kawasan ini, menentukan harga masuk, parkiran, tempat makan. Kita tidak tahu 2025 (berakhirnya program Citarum Harum) apakah kami TNI akan diturunkan kembali atau tidak,” ucap dia. (*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.