Blog

Jaga Sungai Citarum, Dirjen PPKL Dorong Komunitas Olah Kotoran Hewan

BANDUNG-Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah meresmikan Rumah Komposisi Cisurupan di RW 8 Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Sabtu (20/3/2021). Karliansyah mengapresiasi upaya masyarakat yang mengolah kotoran sapi (kohe) menjadi pupuk kompos sebagai upaya mengurangi limbah kohe ke sungai di SubDAS Citarum.

“Kami mengapresiasi pada komunitas di sini yang berinisiatif untuk mengolah kotoran hewan ternak yang selama ini langsung dibuang ke sungai. Kita tahu persis Citarum itu sekarang dalam program pemulihan melalui Citarum Harum. Terdapat 23 sektor yang menangani Citarum dari hulu ke Hilir,”ujar dia.

Menurut dia, sepanjang sektor di Citarum memiliki permasalahan yang berbeda. Sektor paling atas yaitu di Situ Cisanti sumber pencemarannta limbah ternak, kemudian turun ke Bandung Raya yang permasalahan limbah industri. Sama halnya ketika memasuki Purwakarta dan Subang.

“Jadi perlakuannya macam-macam. Jadi ini terobosan yang bagus komunitas mengambil alih tugas pemerintah untuk mengurangi limbah yang dibuang ke sungai dengan cara mengolahnya. Ini langkah yang sederhana tapi menyelesaikan masalah,” kata dia.

“Jadi sekali lagi kami Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan menyampaikan apresiasi buat teman-teman di sini. Walaupun kecil tapi langkah ini sudah luar biasa membantu mengurangi masalah,” ucap dia melanjutkan.

Melalui pengolahan kohe, Karliansyah berharap sumber pencemaran bisa selesaikan bahkan dihilangkan. Kemudian kualitas air makin lama makin baik.

“Tadi saya sampaikan kalau ini bisa dikembangkan maka betapa luar biasa dampaknya. Lingkungannya bagus, sehat tanamannya banyak. Nanti pelan-pelan hijau, udaranya bagus kadar oksigennya banyak, ini kan sumbangan untuk generasi kedepan. Jadi luar biasa, walaupun kecil ini maknanya luar biasa mendalam,”ucap dia.

Menurut dia, jika pengolahan kohe tersebut bisa dicontoh kota-kota lainnya, bahkan setidaknya ada 20 pengolahan kohe di kota Bandung, maka dampaknya akan luar biasa.

Komandan Sektor 22 Kolonel Infanteri Eppy Gustiawan mengatakan, pihaknya pun sepakat dengan dukungan dari Dirjen PPKL terkait dengan pengolahan kohe.

“Ini sangat positif dan kami apresiasi karena paling tidak sudah mengurangi salah satu masalah dari beberapa kelompok peternak sapi yang membuang langsung kotoran ke sungai,” kata dia.

Eppy menuturkan, berbicara lingkungan, berbicara air merupakan prioritas kehidupan. Warga harus terus diedukasi untuk menjaga lingkungan sehingga secara bertahap memahami bahwa air itu perlu dijaga kelestariannya.

“Ke depan kelompok ternak bisa menerapkan pengolahan kompos ini agar sungai terjaga. Oke sekarang kualitasnya cemar ringan, ini positif tapi kita harus saling menjaga dan memelihara,” ucap dia.

Heru P Suyanto, Ketua Pengelola Rumah Kompos Cisurupan meresmikan rumah pembuatan kompos dari kotoran hewan yang sebenarnya sudah berjalan sejak setahun yang lalu. Namun pada kesempatan tersebut pihaknya juga melakukan peletakan batu pertama rumah kompos kedua.

“Alhamdulillah beliau (Karliansyah) meresmikan dan sudah tanda tangan di batu prasasti kemudian akan ada peletakan batu pertama di area sebelah. Kenapa begitu karena ini tidak menampung dari sisi volume kami di sini hanya bisa menampung sedikit,” kata dia.

Pihaknya ingin berkembang sekaligus mengurangi pencemaran limbah dari kohe dengan membangun rumah kompos yang baru. (*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.