Blog

Jelang 2025, Satgas Dorong Pemberdayaan Masyarakat Jaga Sungai Citarum

KOTA BANDUNG – Keberlanjutan penanganan Sungai Citarum usai berakhirnya Perpres Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum paralel dengan konsistensi Satgas Citarum dalam melaksanakan rencana aksi guna mencapai Utimate Goal 2025 dengan nilai Indeks Kualitas Air di angka 60 poin.

Tujuan tersebut tak hanya menjadi tugas Satgas Citarum Harum. Masyarakat, maupun unsur Pentahelix lainnya didorong untuk lebih berperan dalam menangani permasalahan di Sungai Citarum.

Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD/ Diskusi Kelompok Terarah) Keberlanjutan Keberhasilan Program Citarum Harum, yang diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum di Hotel Horison, Kota Bandung, Kamis (20/10/2022).

Ketua Pelaksana Harian Sekretariat Satgas PPK DAS Citarum sekaligus Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Prima Mayaningtyas mengatakan, program ini akan berakhir tahun 2025.

Selama 2018 hingga 2025 mendatang pasti ada dinamika, dan Pokja akan bergerak bersama dengan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan membuat Citarum lebih bersih.

“Jelang 2025 perlu pemetaan stakeholder dengan mengedepankan social power ,” kata Prima dalam sambutannya.

Ia berpesan agar pelaksana di lapangan tak hanya melakukan kegiatan fisik, melainkan juga memberdayakan masyarakat dalam menjaga Sungai Citarum.

“Ini yang diinginkan Satgas karena negara maju itu bukan pemerintahnya yang di depan, tapi community power-nya. Kami mohon Pentahelix tidak hanya sekadar jargon,” tegasnya.

Terkait dengan FGD, Prima berharap menghasilkan rekomendasi implementatif, yang dapat disandingkan dengan Rencana Aksi Program Citarum Harum.

Dalam FGD tersebut, hadir para pemangku kepentingan dari unsur Pentahelix, yang terdiri dari pemerintah daerah dan TNI, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media.

Pada kesepatan yang sama, Ketua Harian Satgas Citarum Harum Mayjen (Purn) Dedi Kusnadi Thamim menyampaikan hasil capaian program dan gambaran pelaksanaan kegiatan hingga triwulan III tahun 2022 secara kumulatif.

Capaian tersebut antara lain program penanganan lahan kritis, hingga tahun 2022 telah tercapai 35.974,72 hektare ( ha ) melebihi dari target 30.900,87 ha .

Pada program penanganan limbah sampai tahun 2022 tercapai sebanyak 1.654 industri yang dibina dari target 1.235 industri.

Terkait program penanganan limbah peternakan, hingga tahun 2022 telah tertangani 27.476 ekor sapi dari target sebanyak 27.764 ekor.

Selain itu, pada program edukasi dan pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan kegiatan hingga tahun 2022 antara lain telah dilakukan sosialisasi, edukasi, dan pemberdayaan terhadap masyarakat di 1.340 desa, melampaui target 290 desa.

“Dengan terlibatnya seluruh stakeholder, maka momentum ini dapat dimanfaatkan sebagai kampanye untuk menunjukan kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan antar stakeholder dengan harapan dapat menjadi tolak ukur keberhasilan Program Citarum Harum dari waktu ke waktu,” tutur Dedi.

Ia berharap kepedulian masyarakat akan lingkungan hidup dan sungai sebagai sumber kehidupan dapat terus meningkat, serta mulai terlibat dalam aksi nyata pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum.

Kepala BBWS Citarum Bastari mengatakan, kegiatan FGD dirancang sebagai forum tukar pendapat dan diskusi antar stakeholder Program Citarum Harum agar keberhasilan yang telah dicapai dapat terus berkelanjutan.

“FGD ini diharapkan menghasilkan narasi keberhasilan, peta kekuatan dan keterlibatan stakeholder di DAS Citarum, serta hasil identifikasi rekomendasi keberlanjutan Program Citarum Harum,” ujar Bastari.

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.