Blog

Komandan Sektor Perempuan Pertama Siapkan Gebrakan Pemberdayaan Perempuan Untuk Citarum  

KABUPATEN BANDUNG – Panglima Kodam III Siliwangi telah menugaskan Kolonel CAJ (K) Nurjanah Suat untuk menjadi bagian dari garda terdepan penanganan Sungai Citarum di sektor 7 menggantikan Kolonel Inf Sri Wellyanto Kasih yang saat ini memimpin Sektor 22. Kolonel Nurjanah resmi bertugas sejak Oktober 2022 lalu di kawasan yang merupakan hulu Sungai Citarum itu.

Tentunya, kehadiran Nurjanah di Satuan Tugas Citarm Harum selama ini memberikan warna yang berbeda. Pasalnya, ibu dua anak itu merupakan dansektor pertama perempuan yang ditugaskan untuk turut menangani Sungai Citarum langsung di tengah masyarakat.

Ditemui di sela kegiatannya, Nurjanah mengakui dirinya bangga mendapatkan mandat menjaga kawasan sungai sepanjang 16 km dari Dayeuhkolot hingga Pangauban Kabupaten Bandung serta 25 anak sungai tersebut. Namun secara tupoksi sesuai dengan arahan pimpinan, tugas dansektor perempuan dengan laki-laki sama saja.

“Kami menggunakan baju TNI ini berat, harus jadi contoh sehingga tindak tanduk kita bisa ditiru masyarakat makanya kami harus membawa nama baik intitusi sehingga di manapun kita harus jadi contoh yang baik untuk ditiru,”ujarnya ditemui di saung Sektor 22, Jembatan Cilampeni, Kabupaten Bandung, Senin (28/11/2022).

Namun sebagai perempuan, Nurjanah mengakui akan melibatkan peranan perempuan dalam menjaga kelestarian Sungai Citarum tersebut secara optimal. Sejumlah program disiapkan dalam rangka memberdayakan kaum ibu menjaga Sungai Citarum dari rumah.

“Karena saya perempuan, kembali ke ibu makanya gunakan deterjen ramah lingkungan, tidak membuang sampah domestik ke sungai langsung karena ini bisa memicu pertumbuhan eceng gondok di sungai dan terutama mencemari sungai,”ucapnya.

Tak hanya itu, ibu-ibu di wilayah Sektor 7 pun diajak untuk membuat apotek maupun warung hidup di pekarangan rumah atau bahkan memanfaatkan pelataran sungai yang aman untuk ditanami sayur-mayur. Hal itu sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan warga di DAS Citarum Sektor 7 khususnya.

“Jadi bisa menanam jagung, cabe sehingga tidak usah beli. Untuk jagung sendiri kami di setiap sub diwajibkan juga nanam jagung dan nanti hasilnya dibagikan bagi kepada warga di sekitar Sektor 7, hasil panennya bisa mencapai ton-tonan,”ucapnya.

Tak hanya itu, Nurjanah pun memiliki gebrakan lainnya yaitu dengan menyosialisasikan kompor ramah lingkungan kepada ibu-ibu di sekitar Sektor 7. Kompor tersebut berbahan bakar sampah bukan gas.

“Sampah jadi palet dan itu bahan bakarnya dan saya rasa ini cocok di tengah isu krisis energi seperti saat ini dan kami sendiri sudah mencoba manfaatnya, apinya lebih panas sehingga masakan cepat matang dan memangkas waktu memasak,”ucapnya.

Sektor 7 pernah merebus jagung sampai matang hanya perlu waktu 15 menit sedangkan dengan kompor biasa harus memakan waktu 30 menit. Hal itu dikarenakan ada blower yang memicu api memanas.

Dengan sejumlah program pemberdayaan perempuan tersebut, Nurjanah berharap kaum hawa pun berdaya untuk kelestarian lingkungan terutama tidak memperparah kondisi Sungai Citarum dengan tidak mencemari sungai, tidak buang sampah ke sungai dan memanfaatkan pelataran sungai untuk ketahanan pangan dan perekonomian.

“Yang terakhir, mari bijak manfaatkan air, memang air sumber daya alam yang memang dapat diperbaharui tapi kita kan tidak tahu kondisi 5 tahun kedepan. Ayo coba ubah pola pikir kita untuk jaga selalu Sungai Citarum dari hulu hingga hilir,”ucapnya.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.