Blog

Menikmati Keseruan Tawides di Kaki Gunung Wayang Sektor 23 Pembibitan

Kembali menyambangi Sektor 23/Pembibitan setelah beberapa bulan yang lalu di tahun 2021 bertandang, banyak perubahan yang signifikan. Taman Wisata Desa (Tawides) yang sempat diutarakan Komandan Sekor 23 Kolonel Arhanud Wahyu Jiantono kini telah menyulap lahan berundak meski di beberapa titik tengah dibenahi.

Jumat (17/9/2021), camping ground di tengah kebun kopi, wisata perahu, cafe, hingga wisata stroberi petik sendiri sudah dapat dinikmati di tengah sejuknya udara rimbun pepohonan di 25 hektare lahan milik Sektor 23 Satgas Citarum. Stroberi Kelly Bright dan Giant Strawberry yang jadi unggulan Sektor 23 sudah didapat dinikmati pengunjung meski masih terbatas. Pasalnya Tawides belum dibuka untuk umum.

Taman stroberi terhampar luas dengan ratusan pot yang siap dipetik pengunjung rasanya manis dan renyah sehingga membuat ketagihan untuk terus melahap stroberi asal Austria itu. Sama halnya dengan Giant Strawberry buahnya manis segar dengan bentuk yang lebih besar bahkan ada yang besarnya seperti kepalan tangan bayi.

Wahyu menuturkan, taman wisata desa atau Taman Wisata edukasi ini pihaknya menang menyajikan wisata yang berbeda.

“Yang pertama kita nanti bisa melihat di sini mempunyai lahan kemping ini tidak sembarang kemping, tapi kami mencoba untuk memberdayakan lahan kopi yang ada sebagai tempat kemping yang mungkin baru ada di Bandung. Di sini kemping di lahan kopi Coffe Land Camping, kemudian di samping Coffe Land Camping kita ada bagaimana sih pola tanam agroforestri jadi wanatani atau penggabungan tanaman semusim dengan tanaman kayu keras maupun buah-buahan,”tuturnya.

“Nanti ada wisata strawberry, kemudian ada wisata perahu, kemudian kita mencoba di sini memberikan alternatif tanaman sayuran, ada labu kabocha, ada markisa ada banyak sekali. Jadi kira-kira seperti itu yang coba kami kembangkan di sini,” ucap Wahyu melanjutkan.

Diakui, dia motivasi Sektor 23 membuat Taman Wisata Desa adalah sebagai sarana pembelajaran yang paling mudah yakni melalui praktek terbimbing pada masyarakat atau pengunjung.

“Jadi kalau kita sosialisasi ya kami mohon maaf kami sampaikan sebelumnya di sini berbeda dengan wilayah perkotaan karena masyarakat di sini tentu banyak yang tidak mengenyam Sekolah Dasar atau mungkin tidak lulus sekolah dasar sehingga terkadang mereka susah memahami,”ucap Wahyu.

“Dengan wisata ini kami berharap masyarakat datang ke sini dan langsung praktek ilmu dan kami tunjukkan bagaimana cara menanam, bagaimana cara membuat pupuk yang benar dengan kandungan mineral pada kondisi lahan seperti ini bagaimana kita cara menambah pupuk sehingga tanaman tambah subur,”tutur dia menambahkan.

Ketika ditanya pembukaan Tawides untuk umum, Wahyu mengakui akan dibuka setelah peringatan Hari TNI 2021 atau setelah 5 Oktober mendatang.

“Kami ingin mengajak masyarakat khususnya tokoh masyarakat, pemuda tokoh agama termasuk pemangku kepentingan dalam rangka menanggulangi lahan kritis. Setelah itu kedepan kami akan serahkan Twides pada pemerintah desa untuk dikembangkan lagi,” ujarnya. (*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.