Blog

Paving Blok Dari Plastik Sampah Buatan Sektor 12

Sampah plastik tak dipungkiri masih menjadi permasalahan di Sungai Citarum. Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 12 ternyata punya cara tersendiri dalam mengelola sampah plastik. Sampah plastik yang tak berguna disulap menjadi paving blok dengan nilai Rupiah yang cukup menjanjikan.

Sebagian masyarakat awam kemungkinan masih asing dengan paving blok dari plastik, biasanya yang ditemukan itu paving blok dari bebatuan atau campuran pasir dan batu yang biasa digunakan warga untuk dipasang di pekarangan rumah layaknya ubin di lantai rumah.

Kini paving blok dari plastik bisa menjadi alternatif untuk dipasang di pekarangan dengan fungsi yang sama dengan paving blok batu. Yakni, dapat menyerap air hingga air meresap ke dalam tanah.

Komandan Sektor 12 Kolonel Arh Syarif Hidayatullah mengatakan, pengolahan sampah plastik menjadi paving blok di Sektor 12 mulai dilakoni sejak Februari 2021. Hal itu bermula dari gagasan Dan Sub Sektor 1 Cipeundeuy, Bandung Barat Iin Yohanes.

“Kami pelajari kemudian kami adakan alat pembuat paving bloknya tapi saat ini baru di Sub Sektor 1 Cipeundeuy. Kami saat ini tengah memesan empat set alat pembuat paving blok untuk empat Sub sektor lainnya,” ujar Syarif, Selasa (4/5/2021).

Dituturkan Syarif, adapun cara membuat paving blok plastik tersebut cukup mudah. Sampah plastik kering dibakar dalam satu tong. Setelah sampah tercampur dan meleleh langsung dicetak dalam cetakan kemudian ditekan oleh mesin dan dimasukkan kedalam air dingin hingga paving blok lepas dari cetakannya.

“Satu keping paving blok membutuhkan 2 kg sampah, ” ucap dia.

Di sana terdapat dua macam paving blok yaitu hitam dan corak. Untuk menambah corak atau warna warni paving blok itu pun sumbernya dari bekas tutup botol dan galon.

“Satu keping blok hitam itu kisaran Rp 8.000 sedangkan yang warna itu bisa Rp 10.000-14.000/kepingnya,” ucap dia.

Menurut Syarif, kualitas paving blok plastik tersebut bisa diandalkan karena kuat dan awet, tidak gampang pecah.

Untuk saat ini, hasil dari paving blok digunakan kalangan sendiri. Namun kedepan disiapkan untuk dikembangkan dengan melibatkan masyarakat. Nantinya paving blok siap ditampung oleh tokoh masyarakat yang biasa memanfaatkan paving blok plastik tersebut.

Menurut Syarif, pengolahan sampah plastik di Sektor 12 diserahkan sepenuhnya kepada Sub Sektor. Mereka membagi waktu untuk mengolah sampah plastik yang sudah dikeringkan. Pasalnya setiap hari agenda kegiatan bermacam-macam mulai dari membersihkan sungai, membersihkan eceng gondok di Cirata, karya bakti dan juga komsos.

“Selebihnya kami juga mengajak masyarakat untuk sama-sama mengolah sampah plastik jadi paving blok guna menambah nilai ekonomi sampah plastik sekaligus menjaga lingkungan,” ucap dia. (*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.