Blog

Pengelola Seimbangkan Aliran Air Ke Terowongan Maupun Citarum Lama

KAB.BANDUNG – Pengelola Terowongan Nanjung bersama Satuan Tugas Citarum Harum mengendalikan keseimbangan aliran Citarum lama ke Curug Jompong dan aliran menuju Terowongan Nanjung.

Untuk diketahui, Terowongan Nanjung adalah hilir Citarum yang fokus dalam penjagaan pintu air agar wilayah hulu Citarum tidak terjadi banjir. Pintu terowongan terbuka jika air di hulu tinggi setelah diguyur hujan. Sebaliknya, pintu ditutup jika tidak terjadi hujan di hulu. Saat itu pun, air Sungai Citarum mengalir ke aliran Citarum lama atau melalui Curug Jompong.

Andi selaku tenaga teknis Terowongan Nanjung mengatakan, sesuai instruksi Satgas Citarum Harum, Citarum lama tidak boleh sampai kering karena nanti biota di sana akan mati.

Adapun pengoperasian pintu terowongan,kata dia, jika intensitas hujan tinggi maka tim melakukan komunikasi secara intens, agar informasi saling berkesinambungan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Tim Sekretariat Citarum Harum.

“Informasi monitoring air yang kami dapatkan menjadi warning buat kami saat kondisi hujan”, ucap Andi, Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (19/5/2021).

Andi menjelaskan, pengoprasian pintu air ada dua metode, yang pertama adalah metode manual yaitu, tekan langsung pintu air di lokasi, dan yang kedua adalah sistem aplikasi. Monitoring secara digital memang mudah pengoprasiannya, tetapi lebih aman secara manual.

Sementara itu, musim kemarau sesaat lagi tiba, Andi menuturkan, maka yang menjadi pembeda yaitu di pintu air Nanjung ada TMA (tinggi muka air) atau muka tinggi air tertinggi/terendah, dan jalur masuk air, baik jalur terowongan atau eksisting (aliran sungai Citarum lama).

“Ketika pintu air elevasinya berbeda sekitar 1 meter di bawah eksisting, saat musim kemarau pintu ditutup dua-duanya, sehingga air overflow atau loncat dari pintu air dan sebagian besar mengalir ke aliran Citarum lama,”ujar dia.

Ketentuan buka/tutup pintu air disesuaikan dengan SOP (Standar Operasional Sistem), yaitu ketika air diatas 3 atau 4 meter pintu harus dibuka, ketika ada hujan di arah hulu maka pintu air dibuka agar tidak ada genangan.

“Jadi informasi dari tim Citarum sangat penting untuk mengakses informasi di hulu maupun terkait terowongan bisa dicek di website Citarum Harum,”ucap Andi.

Dia menambahkan, saat ini terdapat lima tenaga teknis yang bekerja di pintu air Nanjung, yaitu bagian operasional, jaga pintu, security, dan administrasi. Pembuka pintu air ada dua orang yang melakukan dengan penjagaan 24 jam.

Di sisi lain, Andi mengungkapkan, ada hal yang menjadi pekerjaan rumah yaitu warna air yang hitam, beraroma dan sampah. Hal ini jangan dibiarkan karena akan menjadi endapan atau sedimentasi di Saguling nanti.

“Sebenarnya perubahan sudah mulai terlihat dua tahun ini, sampah sudah berkurang tinggal warna air yang perlu dikaji serius dari hulu sampai hilir,”ucap dia.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.