Blog

Peresmian Desa Digital Waste Management Sebagai Wujud Pengelolaan Sampah Berbasis Digital

KAB. SUKABUMI – Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Jabar Digital Service baru saja meresmikan 10 Desa Digital Waste Management di Aula Desa Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Selasa (30/8/2022).

Acara yang mengusung tema “Dukungan Ketersediaan Pengelolaan Sampah Berbasis Digital” ini dihadiri oleh sejumlah Perangkat Daerah dan mitra, di antaranya Dicky Restu Muharam sebagai perwakilan dari bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jawa Barat, Gumilar selaku Kepala Seksi Layanan Digital dan Informasi dari Jabar Digital Service, Usep Supelita Camat Kecamatan Ciracap, Fahri Reza Abdillah selaku CEO dan Founder Jubelo beserta tim, serta kepala desa dan perwakilan bank sampah setempat.

Program Desa Digital Waste Management ini telah diimplementasikan sejak 26 Juli 2022 di 10 desa di Kabupaten Sukabumi, di antaranya Desa Ciracap, Desa Pasirpanjang, Desa Mekarsari, Desa Pangumbahan, Desa Ujung Genteng, Desa Purwasedar, Desa Ciparay, Desa Mandrajaya, Desa Kademangan, dan Desa Pasiripis.

“Mudah-mudahan pengelolaan sampah di sini bisa menjadi pilot project yang dapat dikembangkan di desa-desa lain. Tak hanya itu, namun juga memberikan ilmu dan pemahaman baru, mampu meningkatkan pendapatan, sekaligus kesejahteraan bagi masyarakatnya,” kata Usep Supelita Camat Kecamatan Ciracap.

Dalam pelaksanaannya, Jabar Digital Service berkolaborasi dengan Jubelo (jubelo.id), sebuah aplikasi pengelolaan sampah daur ulang yang menawarkan kemudahan akses dalam membuang sampah. Pengguna dapat menikmati ragam fitur, seperti Atur Jadwal Pembuangan Sampah, Penjemputan Sampah, dan Tukarkan Sampah dengan uang, voucher, maupun poin.

Sebagai rangkaian acara dari peresmian Desa Digital Waste Management, Tim Jubelo yang diwakili oleh Muhammad Nurhadi dan Ruchi Karnawan mendemonstrasikan penggunaan aplikasi Jubelo sehingga masyarakat dapat dengan mudah memahami cara pemakaian aplikasi tersebut.

“Kami berusaha mengubah cara pandang warga. Dari yang harus membayar untuk mengangkut sampah, menjadi menghasilkan rupiah dari sampah. Saya pribadi sangat berterima kasih. Berkat Desa Digital, kami jadi mengenal dunia digital. Semoga sampah ini bisa menjadi berkah dan mendatangkan kebaikan bagi kami semua,” ucap Asep Mahpudin selaku Ketua Bank Sampah Racap.

Hadirnya teknologi di tengah-tengah warga telah memberikan manfaat, khususnya dalam pengelolaan sampah dan mendukung terciptanya lingkungan yang bersih. Sampah ternyata memiliki potensi ekonomi yang dapat menciptakan keuntungan bagi warga desa jika dikelola dengan baik.

Semoga ke depannya akan lebih banyak lagi Desa Digital di Jawa Barat dengan ragam tematik yang disesuaikan dengan potensi desa yang dimiliki.

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.