Blog

Peringati Hari Air Sedunia, PJT II Tebar Benih di Waduk Ir.H.Djuanda

PURWAKARTA –Memperingati Hari Air Sedunia Tahun 2021, Perusahaan Umum Jasa Tirta II (PJT II) mengajak rekan media peduli terhadap ekosistem dan lingkungan dengan melakukan penebaran 2.600 benih ikan (restocking) di sekitar Waduk Ir. H. Djuanda atau Waduk Jatiluhur, Rabu (31/3/2021). Hal itu merupakan bagian dari Media Fellowship Program di Kawasan Waduk Ir. H. Djuanda, Bendung Curug dan Bendung Walahar.

“Dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan sarana SDA dan mengoptimalkan fungsinya dengan baik maka diharapkan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat melalui listrik, pertanian, perikanan, industri, bahan baku air minum dan pariwisata,” ujar Imam Santoso Direktur Utama PJT II dalam press rilis Sekretaris Perusahaan Perum Jasa Tirta II.

Hal ini senada dengan tema peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) ke-29 dengan tema “Valuing Water”, menghargai air sebagai sumber kehidupan manusia.

Dikatakan Imam, Jasa Tirta II sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bertugas mengelola waduk terbesar di Indonesia berupaya agar kehadiran waduk tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui penugasan umum yang diberikan pemerintah, Jasa Tirta II mengairi areal pertanian sekitar 240.000 hektar di Jawa Barat bagian utara secara gratis kepada para petani.

Kontribusi yang berkesinambungan terus dilakukan Jasa Tirta II untuk ketahanan pangan, bila produksi rata rata padi 5,5 ton/ha/musim, maka Jasa Tirta II mendukung produksi padi sebanyak 3,3jt ton/tahun atau setara dengan nilai rupiah sebesar 13,86 triliun /tahun.

Selain untuk irigasi, Jasa Tirta II juga memasok sekitar 80 persen air baku air minum untuk ibokota negara DKI Jakarta dan seluruh warganya juga sebagai sumber air minum untuk wilayah seperti Bogor, Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, dan Bandung Raya.

“Kontribusi nyata lain adalah pembangkitan listrik tenaga air melalui PLTA Ir. H. Djuanda yang merupakan bagian dari sistem vital listrik nasional Jawa dan Bali. Sebagai bentuk pengelolaan SDA yang baik Jasa Tirta II juga meningkatkan nilai akan air melalui produksi air minum dalam kemasan,”kata dia.

Sebagai kepanjangan tangan pemerintah yaitu Kementerian PUPR dan khususnya BBWS Citarum, Jasa Tirta II terus melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan, seperti penataan dan pembersihan waduk, bendungan dan bendung, pemeliharaan dan perbaikan sarana prasarana SDA, pembersihan rumput dan pengerukan lumpur yang dilakukan secara rutin di seluruh wilayah kerja Jasa Tirta II.

“Banyak sarana dan prasarana tersebut merupakan warisan peninggalan budaya atau heritage yang sangat berarti bagi perkembangan Indonesia. Jasa Tirta II senantiasa menjaga warisan budaya tersebut yang memiliki nilai sejarah yang tinggi dan mengedukasi generasi muda untuk bersama menjaga dan merawatnya,”kata dia.

Menurut Imam, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjalin hubungan baik dengan rekan media massa dan media sosial serta meningkatkan pengetahuan rekan media tentang Perum Jasa Tirta II, agar informasi yang diberikan kepada masyarakat tidak keliru.

Pada kesempatan ini, rekan media diajak untuk meninjau langsung pengoperasian Bendung Curug dan Bendung Walahar di Kabupaten Karawang sebagai salah satu wilayah kerja Jasa Tirta II.

Jika berkaca pada sejarah, Bendung Curug dibangun pada tahun 1965 dan mulai beroperasi pada tahun 1968. Bendung Curug mempunyai fungsi strategis sebagai Bendung pembagi penyediaan air untuk untuk irigasi teknis dan air baku, sebagai aliran untuk pembangkit tenaga listrik yang berfungsi menghidupkan pompa dan pengendalian banjir di pantai Utara Jawa dan Barat sehingga air yang mengalir bisa proporsional dan memberikan manfaat yang merata.

Bendung Curug mempunyai 8 menara dan 7 pintu air yang mempunyai fungsinya masing-masing. Selain itu juga terdapat pompa hidrolis di Tarum Barat sebanyak 17 unit dan pompa listrik di Tarum Timur sebanyak 6 unit, dengan 4 unit berkapasitas 17,5 m3/sec dan 2 unit berkapasitas 10 m3/sec.

Bendung Walahar mulai di bangun kurang lebih tahun 1920 dan mulai dioperasikan tahun 1925. Bendung ini merupakan salah satu bendung tertua di wilayah kerja Jasa Tirta II. Fungsi Bendung Walahar sebagai pintu utama Saluran Induk Tarum Utara sangat vital untuk mengairi irigasi di wilayah Kabupaten Karawang bagian Utara.

Aliran Sungai Citarum dari Bendung Walahar dibagi oleh Bangunan Bagi Leuweung Seureuh ke saluran-saluran irigasi. 80.000 hektar sawah bergantung pada aliran air dari Bendung Walahar dan BBU Leuweung Seureuh. Dari sisi geografis letak Bendung Walahar ±8 km sebelah hilir Bendung Curug Kecamatan Klari Kabupaten Karawang – Jawa Barat.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.