Blog

Salah Satu Sampah Abadi, Hindarilah Penggunaan Styrofoam

Salah satu jenis wadah makanan yang paling sering ditemukan saat ini adalah styrofoam? Styrofoam memang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dapat di daur ulang, praktis, dan murah. Namun, ternyata styrofoam dapat dikatakan sebagai sampah abadi yang sangat sulit untuk terurai oleh tanah.

Styrofoam sendiri merupakan sebuah material berbahan expanded polystyrene yang dapat menimbulkan bahaya karena zat yang terkandung di dalamnya. Styrofoam masuk kedalam kategori sampah plastik yang mengandung zat berbahaya, seperti benzene dan styrene. Hal tersebut dijelaskan oleh salah satu Dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Enri Damanhuri, dalam wawancaranya bersama BBC Indonesia.

“Dalam proses pembuatan styrofoam, zat chlorofluorocarbon atau CFC ikut terlibat. Zat itu bermasalah bagi lingkungan. Setelah jadi pun, styrofoam tidak bisa terurai. Ini tambah masalah lagi,” katanya.
Sementara itu, dilansir dari Instagram resmi Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, styrofoam membutuhkan waktu sekitar 500 – 1 juta tahun untuk dapat terurai oleh tanah. Namun, hal styrofoam tersebut tidak sepenuhnya terurai, melainkan berubah menjadi mikroplastik yang dapat mencemari lingkungan.

Dikutip dari BBC Indonesia, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pernah menyatakan larangan penggunaan styrofoam. Meskipun memiliki harga yang relatif murah, tetapi styrofoam memiliki dampak yang sangat signifikan, terutama bagi kesehatan dan lingkungan.

“Kenapa styrofoam populer? Karena harganya murah, cuma Rp 250. Sekarang saatnya mengubah kebiasaan penggunaan styrofoam tersebut, karena berbahaya bagi kesehatan, tidak bisa terurai di lingkungan, dan jadi sumber banjir yang ternyata penyebabnya sampah plastik dan styrofoam,” ujar Kang Emil, sapaan akrabnya.

Bahkan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan penelitian di 18 kota utama Indonesia. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa sebanyak 270.000 hingga 590.000 ton sampah masuk ke laut Indonesia selama 2018. Dari jumlah sampah tersebut, didominasi oleh styrofoam.

Setelah membaca penjelasan di atas, Wargi Jabar sudah mulai paham kan tentang bahaya penggunaan styrofoam? Oleh karena itu, yuk kita mulai kurangi penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan, dan mulai membawa wadah sendiri saat membeli makanan!(N)

No Comment

4
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.