Blog

Sandekala Ekosistem Hari Lingkungan Hidup Dunia 5 Juni 2021:Restorasi Ekosistem

Tanggal 5 Juni, adalah Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day yang telah ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan resolusinya nomor 2994 (XXVII) pada tanggal 15
Desember 1972.
Tanggal tersebut dipilih bertepatan dengan Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1972.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2021 ini, Badan Lingkungan Hidup Dunia atau United Nations Environment Programme (UNEP) memilih tema
Ecosystem Restoration atau Restorasi Ekosistem.
Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), disebutkan pengertian terkait Lingkungan Hidup, Ekosistem, dan Restorasi. (1) Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. (2) Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. (3) Restorasi adalah upaya pemulihan untuk menjadikan lingkungan hidup atau bagianbagiannya berfungsi kembali sebagaimana semula.
Ekosistem yang Semakin Sakit, Sandekala Ekosistem Dari tahun ke tahun, Hari Lingkungan Hidup Sedunia selalu diperingati oleh kalangan luas, baik oleh kalangan pemerintah maupun kalangan masyarakat. Tetapi gaung gegap gempita keramaian hari perayaan tidak dapat menghentikan degradasi lingkungan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.
Saat ini Ekosistem dalam kondisi semakin sakit, fungsi ekosistem semakin terus menurun, karena kehidupan manusia telah banyak melanggar prinsip-prinsip lingkungan hidup, telah terjadi pembiaran kerusakan yang
sistematis, dan penanganan yang ada tidak signifikan dibanding kerusakan yang semakin menjadi-jadi.
Sandekala berasal dari bahasa Sunda, dalam bahasa Kawi sandddhyakala, dalam bahasa Indonesia senjakala. Dalam Kamus Basa Sunda susunan Danadibrata (2006), sandekala artinya sareupna, waktu caang kaganti ku poek, antara tabuh 18.00-18.30. Lamun nurutkeun kapercayaan Sunda, dina sandekala nyaeta waktu liar jurig atawa dedemit, lantaran eta barudak kudu geus arampih, sabab jurig atawa dedemit tara tembong di nu caang, ayana ngan di nu poek.
Jadi, kata sandekala ini bisa dipakai untuk menggambarkan situasi yang suram dan muram.
“Sandekala Ekosistem” maksudnya adalah untuk menggambarkan kondisi Ekosistem yang semakin pudar karena pengelolaan yang kurang benar. Perlu Kontrak Ekologi Pentahelix Sudah saatnya Pentahelix atau multipihak yang terdiri atas unsur Pemerintah, Akademisi, Pelaku Usaha, Masyarakat atau Komunitas, dan Media untuk bersatu padu berkoordinasi dalam Kontrak Ekologi berkomitmen melaksanakan gerakan percepatan Restorasi Ekosistem yang saat ini sudah berada di zona nadir.
Kontrak Ekologi dilandasi berdasar sinergi 3P (for people, for profit, for planet). For people untuk kesejahteraan rakyat, for profit untuk kemajuan ekonomi, dan for planet untuk kelestarian ekosistem.
Selamat memperingati Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2021 dengan tema Restorasi Ekosistem. Seyogyanya bukan sekedar peringatan yang seremonial, pidato, seminar, lomba gambar, makan minum, tanam pohon, terus bubar begitu saja. Bahkan tanam pohon tidak cocok lagi waktunya di bulan Juni, karena sudah masuk musim kemarau, dan tanaman tidak akan tumbuh bila kekurangan air. Musim tanam pohon adalah bulan
Oktober, November, dan Desember.(*)
Oleh: Supardiyono Sobirin/ Anggota Tim Ahli Satgas Citarum Harum

No Comment

1
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.