Blog

Sektor 22 dan Camat Batununggal Akomodir Relokasi Warga Eks Cikapundung Kolot

KOTA BANDUNG – Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 22 turut membantu dan mengantar 7 Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak pembongkaran bangunan liar di sempadan Sungai Cikapundung Kolot Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jumat (21/1/2022).

Dansektor 22 Kolonel Infanteri Eppy Gustiawan mengatakan, ada beberapa warga yang perlu direlokasi ke Rusunawa Rancacili dalam kurun waktu 6 bulan. Hal itu sembari menyiapkan kehidupan mereka selanjutnya.

“Harapan kami dengan adanya Rusun di Rancacili ini, semoga bisa membuka wawasan mereka ke depan, khusunya kepada anak-anak mereka sehingga tidak terbelenggu dengan persoalan-persoalan yang selama ini belum disiplin pada penempatan-penempatan rumah yang berada di sepadan sungai,”ucapnya.

Dansektor memaparkan, pihaknya akan memberikan pengawasan serta minitoring kepada para Kepala Keluarga yang direlokasi.

Dini (35) Salah satu warga yang di relokasi ke Rusunawa Rancacili berterimakasih kepada Satgas Citarum Harum dan Dinas terkait serta unsur kewilayahan atas pemberian tempat relokasi sementara di Rusunawa Rancacili.

“Meskipun bersifat sementara, tapi bagi kami sangat berharga karena ini adalah waktu kami untuk menata hidup kedepannya, mudah-mudahan kedepannya ada solusi yang lebih baik lagi untuk kami,”ujarnya.

Camat Batununggal Tarya mengatakan, warga yang terdampak untuk sementara menghuni rumah Rusunawa Rancacili Kecamatan Rancasari.

“Semoga keluarga ini bisa merasa lebih nyaman di tempat yang baru, punya tetangga baru, mudah-mudahan ini akan menjadikan sebuah harapan untuk kita mereka bisa lebih baik lagi dan lebih nyaman di tempat yang baru,”ujarnya.

Ia menjelaskan, dari sekian ratus KK yang terdampak, mereka sudah mengambil insisiatif dan langkah dengan cara mencari kontrakan di lokasi yang sama secara mandiri, dan ada juga yang pulang ke kampung halamannya masing-masing.

“Kami patut berikan apresiasi kepada mereka yang memang sudah begitu paham dan menyadari lahan-lahan yanh mereka tempati selama ini bisa dikatakan cukup membahayakan keselamatan mereka sendiri mengantisipasi terjadinya longsoran,”ucapnya.(*).

No Comment

1
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.