Blog

Sektor 22 Kampanye Jaga Lingkungan ke Rumah Ibadah dan Sekolah

Kota Bandung – Sosialisasi tak melulu dilakukan bagi sekelompok warga sebuat RT arau RW. Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 22 pun melakukan sosialisasi Program Citarum Harum ke rumah ibadah. Salah satunya, kepada jamaah Mesjid Al – Wasilah Rt. 03 Rw. 03 Kelurahan Cigondewah Rahayu Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Minggu (6/2/2022).

Usai melaksankan salat berjamaah, Sektor 22 melakukan sosialisasi yang saat itu dihadiri ketua DKM Ust Asep Muslim bersama jamaahnya.

“Kami selalu menghimbau kepada masyarakat luas ataupun para jemaah mesjid agar dapat berprilaku hidup bersih dan sehat, karena kebersihan juga merupakan sebagian dari pada iman,” ucap Peltu Aris Santoso.

Dalam sosialisasi ini, menekankan kepada para jamaah agar bersama-sama secara kolaborasi dengan Satgas Citarum Harum agar tidak sembarangan membuang sampah terutama ke aliran sungai. Kepada para jamaah dan masyarakat yang belum mempunyai septictank diharapkan untuk membuat secara mandiri yang bertujuan agar terciptanya hidup bersih dan sehat sehingga tercapai ODF 100%.

“Dengan adanya septiktank, masyarakat tidak lagi buang air besar sembarangan ke sungai. Sehingga sungai bersih dan bebas stunting,” katanya.

Sebelumnya, tak hanya di rumah ibadah, Satgas Citarum Harum Sektor 22 Sub 7 melakukan sosialisasai lewat Satgas Citarum Harum Sektor 22 Sub 7 Goes To School di SDN 137 Cijerokaso Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Jum’at (4/2/2022).

Dalam Sosialisasinya, Anggota Sub 7 Sertu Uus memperkenalkan Program Citarum Harum agar sejak dini anak-anak dibiasakan mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kegiatan sosialisasi ke anak-anak memang harus banyak diberikan pencerahan tentang kebersihan, karena mereka merupakan generasi yang akan menikmatinya kelak,”katanya.

Uus menjelaskan, sampah plastik perlu penanganan khusus, caranya dengan mengurangi sampah plastik mulai dari rumah dan sekolah. Hal tersebut diwujudkan dengan cara siswa diwajibkan membawa tempat minum dan tempat makan dari rumah.

“Siswa diwajibkan membawa tempat minum dan tempat makan, kalau anak-anak jajan keluar, tempatnya menggunakan tempat makan yang dibawa dari rumah untuk mengurangi sampah plastic,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya berharap, dengan adanya sosialisasi ini para siswa paham akan pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan terutama untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama ke sungai.

“Dari hasil sosialisasi hari ini para siswa juga bisa menerapkannya pada keluarganya,” ujarnya.(*)

No Comment

2
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.