Blog

Selain Menahan Erosi, Vetiver Dapat Memperbaiki Air Sungai

Vetiver dan Citarum kian akrab di telinga. Tanaman semacam rumput itu yang memiliki akar panjang dan kuat sehingga rumput tersebut teruji dapat menahan erosi sehingga cocok untuk di tanami di sepanjang sungai termasuk Citarum dan anak-anaknya.

Tak hanya itu, ternyata rumput vetiver pun ternyata bisa memperbaiki kualitas air sungai.

Seperti pada penelitian yang dilakukan Wage Komarawidjaja dan Yudhi Soetrisno Garno Pusat Teknologi Lingkungan – BPPT pada 2015 dengan judul Peran Rumput Vetiver (Chrysopogon zizanioides) dalam Fitoremediasi Pencemaran Perairan Sungai.

Pada abstrak penelitian, mereka melaporkan dalam rangka memperbaiki kualitas air sungai mereka telah menanam vetiver (Chrysopogon zizanioides) telah pada kawasan bantaran Sungai CIkapundung selama 63 hari dalam dua wadah dialiri dengan sumber air yang berbeda, yaitu air sungai dan air tanah (sumur).

Produksi biomassa diukur setiap 20 harian sekali, dengan fokus pengukuran pada pertumbuhan tunas dan akar vetiver.

Secara umum, pertumbuhan tunas dan akar vetiver yang ditanam pada wadah yang dialiri air sungai tumbuh lebih baik (panjang) daripada vetiver yang ditanam pada wadah yang dialiri air tanah.

Data pengukuran berat kering biomassa menunjukkan bahwa hingga waktu ketiga pengambilan contoh, perpanjangan akar lebih cepat daripada perpanjangan tunas. Data-data tersebut menunjukkan bahwa vetiver memiliki kemampuan yang sangat baik dalam memanfaatkan nutrien yang berasal dari limbah organik Sungai Cikapundung.

Oleh karena itu, vetiver dapat diusulkan sebagai tanaman untuk aktivitas fitoremediasi di kawasan bantaran Sungai Cikapundung. Pertambahan panjang akar vetiver yang lebih cepat daripada pertambahan panjang tunasnya juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman anti longsor di sepanjang kawasan bantaran sungai.

Sektor-sektor Satuan Tugas Citarum Harum pun terus gencar menanam rumput vetiver tersebut. Di antaranya Sektor 22 yang menanami vetiver di bantaran Cipamokolan.

Selain itu, Sektor 7 pun melakukan penanaman bibit vetiver kurang lebih sekitar 200 bibit vetiver di sepanjang lahan baru pinggir bantaran Sungai Citarum sampai ke arah pertigaan Sungai Cijambe.

Dansektor 7 Kolonel Infanteri Jefson Marisano mengatakan, vetiver ini berjenis rumput yang memiliki akar yang menghujam hingga kedalaman 2 – 2,5 Meter.

“Kalau tiga tahun akarnya bisa sampai 3 meter. Untuk bibit vetiver sendiri diambil dari tanaman vetiver yang sudah tertanam sebelumnya. Dari bibit vetiver yang sudah ada kemudian diambil sampai ke akar-akarnya kemudian ditanam kembali di lahan baru pinggir bantaran Sungai Citarum,”ucapnya.

Vetiver merupakan tanaman sejenis rumput dari India, termasuk dalam famili Poaceae dan sekeluarga dengan sereh atau padi.

Menurut dia, vetiver menjadi pilihan terbaik untuk ditanam di lahan bekas hak guna usaha (HGU) yang telah digunduli, tanpa reboisasi. Menanam vetiver atau yang biasa disebut akar wangi adalah untuk mencegah agar tanah tidak terjadi longsor.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.