Blog

Sidak Pabrik Hebel, Sektor 18 Pastikan Perusahaan Taat Aturan

KARAWANG – Dansub Sektor 5/Parung Mulya Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum sektor 18 Serka Budi Hartono bersama jajaran Satgas Citarum Harum lainnya Sidak (Inspesksi Mendadak) ke pabrik bata ringan di Dusun Sirna Galih RT 01/RW 01 Desa Parung Mulya Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang.

Hal itu merupakan kegiatan rutin yang biasa dilaksanakan Satgas Citarum Harum dalam upaya percepatan pemulihan daerah aliran Sungai Citarum.

“Pengecekan/sidak ke pabrik untuk memastikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) benar-benar difungsikan,”kata Dansub Sektor 5/Parung Mulya Serka Budi Hartono pada awak media, Selasa (1/3/2022).

Budi menuturkan, pada saat sidak tidak ada temuan pelanggaran alias nihil dikarenakan pabrik tersebut belum beroperasi.

“Saat kita lakukan pengecekan Perusahan tersebut masih melaksanakan rehab pelebaran bangunan,akan tetapi ada satu tempat tempat penampungan limbah limbah tersebut digunakan untuk pembuatan hebel,”ujarnya.

Dijelaskan Budi bahwa pembuangan air tersebut digunakan ulang oleh perusahaan tersebut untuk pembuatan hebel.

“Jadi untuk penampungan tersebut tidak keluar dari area perusahaan, karena masih digunakan untuk air atau limbah cairnya,”ujarnya.

Dia pun melihat langsung pabrik tekstil dalam operasionalnya tetap memanfaatkan atau memfungsikan IPAL, sebagai upaya untuk mengolah limbah cair dengan baik.

“Tanggungjawab menjaga lingkungan, bukan hanya pemerintah, melainkan para pelaku usaha dan masyarakat secara umum harus sama-sama memiliki kepedulian dalam menjaga kelestarian lingkungan,”ujarnya.

Budi mengharapkan, air yang dibuang dari sisa pengolahan air limbah melalui IPAL itu, benar-benar keluarnya sudah memenuhi baku mutu yang ditentukan. Dengan harapan air yang dibuang ke sungai itu benar-benar ramah lingkungan. Supaya ikan yang ada di Sungai Citarum tetap hidup.

Sementara itu ditempat terpisah, HRD perusahaan Yoga menyebutkan, saat ini perusahaan tersebut sedang dalam proses rekonstruksi ulang area bangunan dan mesin operasional produksi. Sejak 1 November 2021 dan sudah berubah asset kepemilikan baru, sehingga semua kondisi bangunan, mesin area produksi direkonstruksi ulang termasuk dalam hal penanganan dan pengelolaan air limbah hasil produksi.

“Ketika nanti akan beroperasional produksi sudah tentu tidak menimbulkan masalah dalam hal pengelolaan air limbah,”ujarnya.

Pada saat itu Yoga menyambut baik kedatangan Satgas Citarum Harum dan berterimakasih atas masukan yang telah di berikan Satgas Citrum Harum Sektor 18.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.