Blog

Tawides Dibuka Untuk Umum, Kado Akhir Tahun Terindah dari Kolonel Arh Wahyu Jiantono

Kolonel Arh Wahyu Jiantono menutup pengabdiannya di Sektor 23/Pembibitan Satuan Tugas Citarum Harum setelah satu tahun lebih mengemban dengan senyuman. Hal itu dikarenakan salah satu cita-citanya terwujud yaitu diresmikannya Taman Wisata Desa (Tawides) Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung pada akhir tahun lalu. Sekaligus menjadi kado terindah perpisahan Wahyu dengan Sektor 23 dan warga sekitar.

Tawides merupakan proyek ambisius positif Wahyu yang menonjolkan potensi lain Sektor Pembibitan menjadi salah satu destinasi wisata sebagai upaya sosialisasi dan edukasi menjaga lingkungan kepada warga sekitar dan masyarakat luas pada umumnya.

Wahyu yang kini dipindahtugaskan ke Sektor 21 itu cukup puas dengan respon warga dan juga apresiasi dari para pemangku kepentingan di Kecamatan Kertasari. Menurut dia, warga cukup antusias menikmati Tawides setelah pihaknya membukanya untuk kalangan umum.

“Infonya Sabtu Minggu kemarin sudah ada wisatawan (warga luar Desa Tarumaja) yang berkunjung ke Tawides,” ujarnya, Senin (3/1/2021).

Wahyu berharap kedepannya Tawides tetap dijaga keasriannya bahkan dikembangkan lagi potensinya agar warga semakin tercerahkan untuk bersama-sama menjaga lingkungan khususnya agar hulu Citarum selalu hijau.

Dikatakan Wahyu, kaki Gunung Wayang memiliki potensi alam yang menjanjikan. Di satu sisi masyarakat berkeinginan ada tempat wisata di sana.

“Tergerak hati saya untuk menjadikannya sebuah destinasi wisata baru bernuansa edukatif di desa ini. Alhamdulillah dalam kurun waktu tidak lebih dari 4 bulan tempat ini sudah berubah, kesan kumuh, bau dan kotor hilang berubah menjadi tempat yang lumayan indah dan asri, walaupun masih ada terdapat banyak kekurangan,”katanya.

Camat Kertasari Nardi Sunardi dalam sambutannya, pihaknya berterima kasih atas upaya Satgas Citarum Harum Sektor 23 di bawah kepemimpinan Wahyu dapat mewujudkan keinginan masyarakat.

“Karena beliaulah (Wahyu) ini bisa terjadi, saya bangga dengan Pak Wahyu selaku dansektor, karena wisata akan bangkitkan PAD, semoga beliau selalu sehat, sukses dan dilancarkan dalam tugasnya,” ujarnya dikutip keterangan Humas Sektor 23.

Kades Tarumajaya Ahmad Deden Iksan menambahkan, pihaknya akan sangat kehilangan sosok Wahyu yang telah membawa Desa Tarumajaya lebih berkembang terutama dari sektor lingkungan.

“Saya juga berharap, semoga pemerintah daerah segera membantu dalam mewujudkan wisata desa kami lebih baik lagi,”ucapnya.

Sebelumnya, di Tawides terdapat camping ground di tengah kebun kopi, wisata perahu, cafe, hingga wisata stroberi petik sendiri sudah dapat dinikmati di tengah sejuknya udara rimbun pepohonan di 25 hektare lahan milik Sektor 23 Satgas Citarum. Stroberi Kelly Bright dan Giant Strawberry menjadi salah satu unggulannya.

Taman stroberi terhampar luas dengan ratusan pot yang siap dipetik pengunjung rasanya manis dan renyah sehingga membuat ketagihan untuk terus melahap stroberi asal Austria itu. Sama halnya dengan Giant Strawberry buahnya manis segar dengan bentuk yang lebih besar bahkan ada yang besarnya seperti kepalan tangan bayi.

Wahyu menuturkan, taman wisata desa atau Taman Wisata edukasi ini pihaknya menang menyajikan wisata yang berbeda.

“Yang pertama kita nanti bisa melihat di sini mempunyai lahan kemping ini tidak sembarang kemping, tapi kami mencoba untuk memberdayakan lahan kopi yang ada sebagai tempat kemping yang mungkin baru ada di Bandung. Di sini kemping di lahan kopi Coffe Land Camping, kemudian di samping Coffe Land Camping kita ada bagaimana sih pola tanam agroforestri jadi wanatani atau penggabungan tanaman semusim dengan tanaman kayu keras maupun buah-buahan,”tuturnya.

“Nanti ada wisata strawberry, kemudian ada wisata perahu, kemudian kita mencoba di sini memberikan alternatif tanaman sayuran, ada labu kabocha, ada markisa ada banyak sekali. Jadi kira-kira seperti itu yang coba kami kembangkan di sini,” ucap Wahyu melanjutkan.

Diakui, dia motivasi Sektor 23 membuat Taman Wisata Desa adalah sebagai sarana pembelajaran yang paling mudah yakni melalui praktek terbimbing pada masyarakat atau pengunjung.

“Jadi kalau kita sosialisasi ya kami mohon maaf kami sampaikan sebelumnya di sini berbeda dengan wilayah perkotaan karena masyarakat di sini tentu banyak yang tidak mengenyam Sekolah Dasar atau mungkin tidak lulus sekolah dasar sehingga terkadang mereka susah memahami,”ucap Wahyu.

“Dengan wisata ini kami berharap masyarakat datang ke sini dan langsung praktek ilmu dan kami tunjukkan bagaimana cara menanam, bagaimana cara membuat pupuk yang benar dengan kandungan mineral pada kondisi lahan seperti ini bagaimana kita cara menambah pupuk sehingga tanaman tambah subur,”tutur dia menambahkan.(*)

No Comment

1
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.