Blog

Bahaya Si Mungil Puntung Rokok

Rokok tak hanya berbahaya bagi kesehatan. Rokok yang habis dihisap pun menjadi benda mungil yang juga membahayakan lingkungan. Yang nantinya akan berpengaruh kembali pada kesehatan manusia juga.

Dikutip dari Media Indonesia 24 November 2019, Yokbet Merauje, Pembaharu Muda dari Papua menuturkan, menurutnya puntung rokok masalah bagi lingkungan. Selain merupakan sampah terbanyak di lautan, puntung rokok adalah golongan sampah berbahaya (B3) yang memerlukan waktu 10 tahun untuk terurai.

Janitra Hapsari, Pembaharu Muda Kota Yogyakarta pun mengatakan, ada juga masalah banyaknya konsumsi zat adiktif rokok dibalik sampah puntung rokok. Dia mengatakan, Indonesia berada pada urutan ketiga konsumsi rokok di dunia. Ia mengutip data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 bahwa perokok di Indonesia menghabiskan minimal 12 batang setiap hari.

Kondisi itu, kata dia, diperparah dengan fakta bahwa industri rokok memproduksi rata-rata 338 miliar batang rokok untuk memenuhi adiksi lebih dari 90 juta perokok aktif di Indonesia. “Ini sangat mengkhawatirkan,” ujar alumnus Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada itu.

Dikutip dari Tribunnews.com 28 November 2020, Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK, Ujang Solihin Sidik, mengatakan data dari Study Ocean Conservancy Beach Cleanup 2018 menunjukkan sampah puntung rokok menempati angka tertinggi.

“Ada riset, dibanding sedotan plastik, filter rokok lebih berbahaya dan sampah paling banyak di temukan di laut itu studi 2018. Melebihi sampah-sampah yang lain,” kata Ujang Solihin Sidik besama National Geographic Indonesia dalam konferensi pers virtual, Sabtu (28/11/2020).

Senada dengan Ujang Solihin, CEO and Founder at Waste4Change, M. Bijaksana Junerosano, mengemukakan data soal bahaya sampah puntung rokok.

Dalam penjelasannya, ternyata sampah puntung rokok dalam jumlah potongan jauh lebih banyak karena tersebar di manapun, bisa terbawa air, tertiup angin karena ringan.

“Perhatian kita kurang dengan isu puntung rokok ini karena dia tidak begitu kelihatan, karena kecil-kecil. Ternyata kalau dilihat dari data statistiknya, justu paling banyak dalam konteks pieces bukan dalam bentuk volume. Mungkin dalam bentuk volume atau berat dia kalah. Tapi dalam bentuk pieces, itu dia ternyata mayoritas,” ujar Bijaksana Junerosano.

Lebih mengerikan lagi, sampah puntung rokok pada bagian filternya memiliki waktu lama untuk degradasi.

“2,5 sampai 13 tahun, 77 persen responden gampang untuk nyampah karena dia kecil tadi,” imbuhnya.

Meski semua bagian dari rokok adalah sumber daya alam, mulai dari tembakau, kertasnya, dan filternya, bukan berarti tidak bisa menjadi sampah.

Setelah dikonsumsi, ada sampahnya yaitu puntung rokok dan berakhir di lingkungan. Jadi, usai merokok, pastikan puntung rokok tetap disimpan sampai menemukan tempat pembuangan sampah, ya.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.