Blog

Budidaya Magot Upaya Mengolah Sampah Organik

Magot mungkin terdengar asing, namun hal itu akrab bagi mereka yang mengolah sampah organik dengan membudidayakan magot.

Dilansir dari Humas Bandung, magot atau belatung merupakan larva yang berasal dari lalat Black Soldier Fly (Hermetia Illucens, Stratimydae, Diptera) atau BSF. Secara ekologis, magot berguna bagi proses dekomposisi bahan–bahan organik seperti mengonsumsi sayuran dan buah. Selain itu juga, magot pun dapat mengonsumsi sampah sayuran dan buah yang sangat cocok dalam pengelolaan sampah organik.

Hal ini, masyarakat dapat memanfaatkan ternak magot sebagai sumber kompos atau pupuk organik utama yang tidak berbau. Penggunaan magot bisa menekan penggunaan pakan dan pupuk berbahan kimia.

Pemerintah Kota Bandung sendiri, memprioritaskan penggunaan magot dalam pengelolaan sampah organik yang menjadi faktor utama dalam peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, dikutip dari Tribun Jabar Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan mengapresiasi Bank Sampah Mandiri Tematik Magot di RW 07, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Di sama warga mendirikan Bank Sampah Mandiri dalam mengelola sampah dengan adanya Tematik Maggot.

“Kami sangat mengapresiasi tata kelola sampah di RW 07, semuanya sudah mandiri. Semua warga sudah memilah antara sampah organik dan non organik,” ujar Sahrul Gunawan saat berkegiatan Jumat Bersih di Desa Cileunyi, Jumat (24/9/2021).

Menurut Sahrul, sampah organik yang telah terkumpul dimasukkan ke lubang biopori dan dijadikan sebagai pakan maggot, sehingga maggot tersebut dijadikan sebagai pakan hewan ternak seperti ikan lele.

“Sementara sampah non organiknya diserahkan ke bank sampah. Artinya sampah-sampah yang dihasilkan sudah bisa diselesaikan mulai dari rumah,” ucap Sahrul.

Sahrul menyatakan, dalam rangka memperingati World Clean Up Day 2021, Pemerintah Kabupaten Bandung Melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar gerakan bersih–bersih dimulai dari 12–24 Septermber 2021. Dapat menjadi stimulus bagi generasi millenial untuk turut menjaga kebersihan lingkungan masing – masing.

“Kegiatan ini bisa dijadikan sebagai stimulus bagi anak – anak kita, untuk senantiasa melestarikan lingkungan,” ujar Sahrul.

Oleh karena itu, kata Sahrul, pihaknya mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk bersama–sama melestarikan asal w ett mulai dari rumah tangga.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat Kabupaten Bandung terhadap lingkungan dapat terus meningkat. Jika semua warga bisa mengolah sampah di rumah, Insya Allah Kabupaten Bandung akan bersih sampah,” katanya.(mggd) *

No Comment

2
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.