Blog

Jembatan Hadir, Warga Sukabungah Semakin Bungah (bahagia)

Puluhan tahun Rustan (55) warga Kampung Citiis, Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur harus senantiasa melawan kekhawatiran ketika melintasi jembatan gantung untuk menuju Desa Cibanggala, Kecamatan Campakamulya. Pasalnya, jembatan yang kurang lebih sepanjang 50 meter itu kondisinya tidak mumpuni.

Jembatan dengan lebar kurang 1 meter yang terbuat dari bambu yang dianyam itu menjadi satu-satunya akses tercepat menuju desa tetangga bagi Rustan dan warga lainnya.

“Memang ada jalan lain tapi lumayan muter dan jauh,”ujar Rustan yang kesehariannya seorang petani itu, ditemui di sela peletakan batu pertama jembatan gantung, Rabu (3/11/2021).

Rustan mengaku, sebelum adanya jembatan gantung ini, jika warga hendak ke Desa Cibanggala dengan mengendarai motor harus berputar hingga 4 kilometer dengan waktu tempuh 1 jam karena kondisi jalan yang rusak dan kontur yang tidak datar.

“Jadi itu sangat menyusahkan kami sebagai petani soalnya kalau mengangkut hasil panen butuh biaya dua kali lipat, apa lagi sekarang di jalan itu juga jembatannya terputus sudah sekitar 2 tahun belum dibenahi lagi,”ujar dia.

Dengan adanya rencana pembangunan jembatan tersebut, Rustan mengaku bahagia karena dapat membantu warga terhubung dengan Desa Cibanggala.

“Jadi kami para warga sangat senang sekali dengan rencana pembangunan jembatan gantung ini karena nantinya kami mengangkut hasil panen tidak harus muter lagi, dari segi biaya dan waktu juga lebih berkurang, anak anak sekolah sekolah juga tidak muter lagi,”katanya.

Menurut dia, jembatan bambu yang digunakan warga saat ini sudah sangat mengkhawatirkan apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini.

“Ya takut. Takut jatuh gitu, apalagi kalau saat membawa hasil panen yang dipikul takut terpeleset. Dengan nanti adanya jembatan gantung ini itu sangat-sangat membantu kami. Kami para warga hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih semoga Allah nanti yang membalasnya kepada bapak/ibu semua, “ujar dia melanjutkan.

Senada dengan Rustan, Kepala Desa Sukabungah Asep Juanda mengamini kondisi warganya memang membutuhkan akses yang lebih cepat menuju desa tetangga. Hal itu juga dialami warga desa tetangga yang menuju Desa Sukabungah.

Menurut dia, sebelum ada jembatan warga harus berjalan memutar dan perjalanan ditempuh sejauh 4km dalam waktu satu jam dengan mengendarai roda dua. Jika berjalan kaki bisa sampai dua jam waktu tempuhnya. Sementara jalan desa tersebut tidak bisa dilintasi roda empat.

“Dengan adanya jembatan yang mulai dibangun ini, warga sangat bersyukur karena aktivitas warga menjadi semakin mudah dalam hal bertani, membeli bahan pangan dan memudahkan anak pergi sekolah” ucap Asep.

Asep pun mengharapkan jalan menuju jembatan dicor, karena warga sudah lelah dengan jalan yang jelek. Saat ini warga sekitar saling bahu membahu membetulkan jalan sementara dengan diberikan tambahan batu.

“Anggarannya semua dari donasi warga. Ke depan, kami harapkan Bupati Cianjur bisa memberikan bantuan mengecor jalan Desa Sukabungah,”kata Asep.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.