Blog

Komisi IV Usulkan Perusahaan Pelihara Lahan Kritis

KAB.BANDUNG-Komisi IV DPR RI yang membidangi lingkungan dan kehutanan mengunjungi Hulu Sungai Citarum, Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jumat (8/10/2021). Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi yang datang bersama Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK Sigit Reliantoro. Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Rosa Vivien Ratnawati dan Dirjen Perikanan Budidaya, KKP TB Haerun Rahayu.

Kehadiran mereka disambut oleh Komandan Sektor 1 Kolonel Infanteri Sudarwo Aris Nurcahyo. Dari pihak provinsi hadir Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Jabar Didi Adji Siddik dan Koordinator Harian Sekretariat Satgas Citarum Eko Priastono.

Dalam kunjungan tersebut rombongan yang dipimpin Dedi Mulyadi sempat mengitari areal Situ Cisanti dengan berjalan di bantaran situ. Kemudian mereka sempat melakukan dialog bersama dengan pemerintah daerah dan menyerap aspirasi warga maupun pegiat lingkungan di Kertasari.

Usai kunjungan Dedi mengatakan, pihaknya akan mendorong agar perusahaan milik pemerintah maupun swasta dapat melakukan pemetaan terhadap lahan kritis di hulu Citarum yang harus ditangani.

“Saat ini pemeliharaan tanaman keras begitu rendah karena masyarakat dikejar kebutuhan keseharian. Jadi (seharusnya) dua-duanya (kebutuhan keseharin dan penanaman tanaman keras) bisa dintegrasikan,”ujar dia.

Diakui Dedi, masa persidangan usai masa reses ini komisi IV melakukan langkah-langkah di antaranya melakukan pemetaan.

“Nanti akan turun langsung bagaimana memetakan tiga tahun kedepan di sini sudah hijau,”ucapnya.

Dirjen Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sigit Reliantoro menuturkan, Program Citarum Harum masih diperlukan untuk membentukan kesadaran bersama dan kordinasi.

“Hal itu memerlukan waktu dan memang karakteristik kalau ada kerusakan lingkungan itu perlu jeda waktu agak lama untuk melakukan perbaikannya,”ucap dia.

Menurut dia, meski saat ini sudah ada perbaikannya. Namun dampaknya tidak langsung dirasakan karena harus ada proses.

“Jadi kordinasi dan integarasi program seperti yang diminta Pak Dedi harus dilanjutkan,”ucap dia.(*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.