Blog

Pemulihan Lahan Kritis Citarum dengan Tanaman Keras

Pemulihan lahan kritis jadi salah satu upaya untuk menangani Citarum. Longsor atau erosi menjadi ancaman.

Dikutip dari penelitian Budiwati, Staf Pengajar FMIPA UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) berjudul Tanaman Penutup Tanah Untuk Mencegah Erosi dari http://staffnew.uny.ac.id ,

Untuk menyelamatkan bumi ini dari gerusan erosi perlu dilakukan konservasi dengan tujuan melindungi tanah dari curahan langsung air hujan dan menahan hanyutan aliran air.

Usaha konservasi bisa dilakukan dengan metode mekanik, misalnya dengan pembuatan teras dan parit. Metode konservasi tanah yang lain yaitu metode vegetatif. Metode vegetative dilakukan dengan memanfaatkan bagian-bagian dari tanaman (daun, batang, ranting) untuk menahan air hujan agar tidak langsung mengenai tanah.

Selain itu akar tanaman berfungsi meningkatkan daya resap tanah dan menjaga aliran permukaan agar tidak merusak tanah.

Tanaman Penutup Tanah Salah satu cara menerapkan metode vegetatif yaitu dengan penanaman tanaman penutup tanah.Tanaman penutup tanah yaitu tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman kerusakan oleh erosi dan untuk memperbaiki kondisi tanah.

Tanaman penutup tanah mempunyai peranan: (1) menahan atau mengurangi daya perusak butir-butir hujan yang jatuh dan aliran air di atas permukaan tanah, (2) menambah bahan organik tanah melalui batang, ranting dan daun mati yang jatuh, dan (3) menyerap air dan melakukan transpirasi.

Tanaman yang digunakan sebagai penutup tanah sebaiknya mudah diperbanyak, mempunyai sistem perakaran yang tidak menimbulkan kompetisi berat bagi tanaman pokok, tetapi mempunyai sifat sebagai pengikat tanah yang baik. Selain itu tidak mensyaratkan tingkat kesuburan tanah yang tinggi, tumbuh cepat, banyak menghasilkan daun dan tidak berubah menjadi gulma.

Tanaman penutup tanah sebaiknya bertingkat, terdiri dari tanaman penutup tanah rendah, sedang (perdu) dan tinggi (pelindung).

Tanaman penutup tanah rendah misalnya Ageratum conyzoides L (babandotan), Andropogon zizanoides (akar wangi), Panicum maximum (rumput benggala), Panicum ditachyum (balaban, paitan), Paspalum dilatum (rumput Australia), Pennisetum purpureum (rumput gajah), Centrosema pubescens Benth.

Tanamaan penutup tanah sedang (perdu), misalnyaLantana camara L (tahi ayam), Crotalaria anagyroides HBK, Tephrosia candida DC, Tepherosia vogelii,Desmodium gyroides DC (kakatua, jalakan). Acacia villosa Wild, Sesbania grandiflora PERS (turi), Calliandra calothyrsus Meissn (kaliandra merah), Gliricidia maculata (gamal), Clorataria juncea (orok-orok),Cajanus cajan Nillst (kacang gude), Leucaena glauca (L) Benth (pete cina, lamtoro, kemlandingan).

Tanaman penutup tanah tinggi (pelindung)misalnyaAlbizia falcata (sengon laut, jeunjing), Pithecellobium saman benth (pohon hujan), Erythrina sp.(dadap), Gliricidia sepium,Leucaena glauca atau Leucaena leucocephala,Albizia procera Benth, Acacia melanoxylon, Acacia mangium, Eucalyptus saligna,Cinchona succirubra,Gigantolochloa apus (bambu apus), Dendrocalamus asper (bambu betung) Bambusa vulgaris (bambu wulung).

Pemilihan tanaman penutup tanah selain memenuhi persyaratan, sebaiknya dipertimbangkan juga manfaat tanaman secara ekonomi. Dengan harapan, selain bermanfaat dalam pelestarian lingkungan, penduduk setempat bisa memperoleh penghasilan tambahan dari tanaman tersebut.

Salah satu contoh tanaman yang memenuhi kriteria tersebut adalah bambu. Bambu memiliki struktur akar serabut yang kuat sehingga mampu menahan laju erosi. Pertumbuhan rumpun bambu sangat cepat dan toleransi terhadap lingkungan sangat tinggi, serta memiliki kemampuan memperbaiki sumber tangkapan air yang efektif sehingga sesuai untuk reboisasi wilayah hutan terbuka atau gundul akibat penebangan. Bambu juga sesuai sebagai tanaman pelindung tebing sungai atau jurang.

Beberapa keunggulan lain bambu yang adalah: (1) mudah ditanam dan tidak memerlukan pemeliharaan khusus, (2) untuk melakukan budidaya bambu tidak diperlukan investasi yang besar, setelah tanaman sudah mantap, hasilnya dapat diperoleh secara terus menerus tanpa menanam lagi, (3) memiliki kelebihan yaitu serat panjang dan rapat, lentur tidak mudah patah, dinding keras, (4) kecepatan pertumbuhan bambu dalam menyelesaikan masa pertumbuhan vegetatifnya merupakan tercepat dan tidak ada tanaman lain yang sanggup menyamainya, (5) memiliki ketahanan yang luar biasa, sebagai contoh: rumpun bambu yang telah dibakar masih dapat tumbuh lagi, bahkan pada saat bencana sunami di Aceh Desember 2004, bambu masih bisa tegak berdiri sementara pohon yang lain tumbang, (6) mempunyai nilai ekonomis tinggi karena hampir semua bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan, tunasnya yang kita kenal sebagai rebung dari beberapa jenis bambu dapat dijadikan sebagai bahan makanan yang bergizi tinggi, daunnya untuk membungkus makanan, batangnya untuk bangunan, kerajinan dan sebagai bahan pembuatan alat musik tradisional, serat batangnya bisa juga digunakan untuk membuat kertas.(*)

No Comment

1
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.