Blog

Sampah DAS Citarum Capai 15.838 Ton/hari

Sungai Citarum memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 11.323Km2, atau 32% dari luas Jawa Barat.

Dilansir dari akun Instagram resmi Dinas Lingkungan Hidup Jabar @dlh_jabar, besarnya jumlah penduduk tentunya akan berpengaruh terhadap jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Jumlah penduduk yang ada di Kawasan DAS Citarum sebanyak 18 juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, timbulan sampah di Kawasan DAS Citarum sebanyak 15.838 ton per hari, dengan jenis sampah terbesarnya yaitu sampah organik sebanyak 55%, dan sampah plastiK sebanyak 15,35%.

Sungai Citarum memiliki peran yang sangat penting baik bagi lingkungan maupun bagi masyarakat. Oleh karena itu, kita sebagai Wargi Jabar yang Juara, harus turut menjaga dan melestarikan Sungai Citarum, salah satunya dengan mengelola sampah sejak dari rumah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Prima Mayaningtias menuturkan, sampah di Jawa Barat itu per harinya 35.000 ton dengan komposisi organik 60% dan anorganik 40%.

“Dari 35.000 Ton Ini yang bisa tertangani hanya 40% sehingga 60% belum bisa ditangani yang ada di kabupaten kota. Maka ada beberapa peraturan mulai dari undang-undang peraturan pemerintah peraturan dan Pergub dari Gubernur nomor 91 tahun 2018 tentang kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada) mengurangi sampah dan harus terkurangi di sumbernya 30% pada tahun 2025 nanti,”ucap dia ketika ditemui dalam peluncuran “Kelola Sampah Berbasis Digital Menuju Jabar Juara” dalam Jabar Punya Informasi (JAPRI) di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021).

Pihaknya mengajak masyarakat berkolaborasi mengurangi di sumber maupun penanganan di hilir termasuk di TPPAS regional Jawa Barat.

“Ada 7 bank sampah induk yang kita kembangkan yang berharap bisa kolaborasi dengan Octopus nanti kita kumpul di bank sampah kita nanti kita bekerjasama dengan Octopus untuk mengambil 7 bank sampah sudah berkembang dengan baik,”ujar dia.

Menurut Prima, program tersebut sinergi dengan program nasional Citarum Harum yang telah berjalan sejak 2018 lalu. Pihaknya memang ingin mengajak masyarakat mengurangi jumlah sampah di hulu alias di rumah tangga.

Sebelumnya, Prima menuturkan, sumber pencemaran di Sungai Citarum didominasi oleh limbah domestik atau sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga.

Menurut Prima yang juga Ketua Pokja Penanganan Limbah Industri PPK Satgas Citarum Harum, jumlah limbah domestik di Sungai Citarum mencapai 60 persen dari total pencemaran yang terjadi di Citarum.

“Pencemaran paling tinggi itu dari domestik 60 persen itu sampah rumah tangga. Ada yang terurai dan tidak terurai,” ujar Prima.

Dia mencontohkan, sampah domestik yang tidak terurai misalnya baterai dan bola lampu. Di mana pengolahan harus terpisah. Namun oleh masyarakat sampah-sampah dibuang seperti sampah biasa.

“Ini menjadi pekerjaan rumah alias PR bagi kami dalam masalah sampah domestik ini,” kata Prima.

Diakui dia, untuk atasi limbah domestik agar tidak mencemari Citarum, pihaknya terus berupaya untuk mengurangi sampah dari hulu ke hilir. Namun selebihnya, Prima berharap tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi dalam menjaga kebersihan Sungai Citarum ini.

“Kesadaran masyarakat sangat penting dalam menjaga sungai ini. DLH juga terus berupaya melibatkan masyarakat dengan beberapa program seperti desa berbudaya lingkungan, bank sampah, bermitra dengan kader PKK, dan juga pesantren demi lingkungan,” ujar dia.(*)

1 Comment

1
1Comment
  • Gugus Literasi

    Baru menemukan tulisan di quroa, hendak konfirmasi infomasinya. Betul tentang pentingnya kesadaran warga perlu ditingkatkan. Bagi warga yang sudah sadar, bantu dan ajak warga lainnya yang belum sadar untuk membuang mengelola sampah secara bijak.

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.