Blog

Sektor 19 Benahi Sedimen dan Tanggul Kritis

KARAWANG – Rusaknya Citarum secara umum disebabkan oleh dua hal utama, yaitu penumpukan sampah dan tingkat sedimentasi yang cukup tinggi. Kondisi tersebut diperparah dengan pendangkalan akibat banyaknya material sedimen yang terendapkan di dasar aliran sungai (DAS).

Oleh karenanya, Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 19 terus memaksimalkan penanganan permasalahan persampahan , mengangkat sedimentasi dan memperbaiki tanggul tanggul kritis. Demikian diungkapkan Satgas Citarum Harum Sektor 19, Kolonel Kav. R. Ahmad Hudiono, Senin (18/4/2022).

“Ada 10 program rencana aksi Citarum Harum yang harus kami selesaikan ditahun 2022 ini, dan sejak awal tahun hingga hari ini sudah banyak yang kita kerjakan meski keterbatasan alat berat,” kata Ahmad Hudiono pada media.

“Tanggul-tanggul di Tanjung Mekar, kita sudah siapkan karung -karung agar air sungainya tidak limpas. Di Bintang Alam kita juga angkat sedimentasinya untuk memperkuat tanggul, TamelangPurwasari kita juga menangani permasalahan sampah, termasuk menyelesaikan sampah yang ada di Tanjung Pura,” ujarnya melanjutkan.

Dijelaskan Ahmad Hudiono, wilayah kerja Satgas Citarum Harum Sektor 19 mulai dari perbatasan Purwakarta sampai ke Pakisjaya sepanjang 90 KM. Dengan rata rata permasalahan adalah persampahan dan 23 titik tanggul dengan kondisi rawan dan kritis.

Untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut, tentunya lanjut Ahmad Hudiono, perlu melibatkan stake holder terkait, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Dinas Lingkungan hidup, dinas sumber daya air an kepolisian

“Kita hanya memiliki dua alat berat, karenanya kita perlu bekerja sama dan sinergi dengan stake horlder terkait agar semua program Citarum Harum ini dapat dijalankan dengan baik. Dan bisa membuat sungai yang dulu terkenal kotor dapat kembali bersih dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. (*)

No Comment

0
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.