Selamat Persib

  • Satgas Citarum akan Lanjutkan Penertiban Keramba Jaring Apung di Waduk Saguling
  • Dapur MBG Diwajibkan Olah Limbah Agar Tak Cemari Sungai Citarum
  • Dua Pabrik Diketahui Buang Limbah Cair Tanpa Diolah
  • Sampah Menumpuk di Sungai, Satgas Citarum Harum Langsung Gelar Jumsih

KOTA BANDUNG – Satgas Citarum Harum membersihkan lingkungan di dua lokasi dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika, Senin (8/12/2025).

Lokasi pertama pembersihan lingkungan berada di Sungai Cironggeng dan Cicadas Baru. Dansub 4 Ciwastra Serma Imam mengatakan, Satgas Citarum Harum bekerja sama dengan aparat setempat dan masyarakat dalam membersihkan dua sungai tersebut.

“Tentara solid, tentara kuat bersama rakyat,” ujarnya.

Kemudian, lokasi di lokasi kedua, Satgas Citarum Harum dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung membersihkan tempat pembuangan sampah di Tamansari.

Ketua RW 14 Tamansari Heri menuturkan, di lokasi sekitar TPS, terdapat lebih banyak mahasiswa dibandingkan dengan masyakat yang tinggal di rumah. Masih belum banyak mahasiswa yang tidak memilah sampah. Berbeda dengan masyarakat setempat yang sudah memilah sampah.

Satgas Citarum Harum berharap, semangat patriotisme para prajurit dalam membersihkan lingkungan dapat menjadi contoh baik bagi masyarakat. Dengan begitu, Sungai Citarum semakin harum.*

  • Keren, Siswa SMAN 1 Nanggung Buktikan Kepedulian Terhadap Sungai Citarum
  • Satgas Citarum Bersihkan Sungai Cicukang dari Sampah Menumpuk
  • Satgas Citarum akan Tertibkan KJA di Waduk Cirata Secara Bertahap
  • Satgas Tutup Saluran Pembuangan Limbah Pabrik di Majalaya

KOTA BANDUNG – Satgas Citarum Harum mengajak masyarakat untuk memilah sampah di rumah masing-masing. Dengan begitu, sampah tak mencemari lingkungan dan terbawa air hujan ke Sungai Citarum.

Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto mengatakan, sampah yang sudah terpilah kemudian harus diolah oleh masyarakat. Sampah organik bisa langsung dikubur di dalam tanah untuk dijadikan kompos. Sampah anorganik bisa dijual, sedangkan residu diangkut ke tempat pembuangan akhir sampah.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dampak dari tindakan itu akan mengakibatkan sungai dipenuhi sampah sehingga aliran sungai tersendat dan meluap ke daratan.

Saat hujan besar, sampah biasanya masuk ke Sungai Citarum dari beberapa sungai, seperti Sungai Citepus (Kota Bandung), Sungai Cikoneng (Kabupaten Bandung), Sungai Ciateul (Kota Bandung), Sungai Cicukang (Kota Bandung) dan Citarik (Rancaekek, Kabupaten Bandung).

Sampah dari Sungai Citarum kemudian akan bermuara di Waduk Saguling.

“Kami dari Satgas Citarum mengimbau untuk tidak buang sampah sembarangan, apalagi ke saluran air, anak sungai, langsung ke Sungai Citarum,” kata Yanto, Kamis (4/12/2025).

Satgas Citarum Harum secara rutin membersihkan sampah di Sungai Citarum agar tidak mengakibatkan banjir. Meski ada Satgas Citarum, Yanto mengajak masyarakat untuk turut menjaga alam.

“Kita jaga alam, alam jaga kita,” ujar Yanto.

  • Langkah Komprehensif Dibutuhkan untuk Naikkan IKA Sungai Citarum
  • Kejar Target IKA 60 Poin, Satgas Citarum Harum Cek IPAL Perusahaan
  • Satgas Citarum Harum Bersihkan Sampah yang Menumpuk Usai Idulfitri
  • Pemkot Bandung Bersinergi dengan Satgas Citarum Harum dalam Menangani Sampah

KABUPATEN BANDUNG – Pemda Provinsi Jawa Barat bergerak cepat melakukan peninjauan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Bandung, Jumat (5/12/2025).

Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Jabar Akhmad Taufiqurrahman bersama Biro Umum, BPBD, DP3AKB, dan BAZNAS Jabar meninjau sejumlah titik terdampak di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.

Akhmad menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan atas instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Kami diperintahkan oleh Pak Gubernur meninjau tiga titik, yaitu Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Total warga terdampak kurang lebih 13 ribu orang,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa bantuan darurat telah disalurkan dari berbagai instansi.

“Alhamdulillah, ada bantuan dari BAZNAS, BPBD, dan DP3AKB Jabar. Pak Gubernur juga memberikan sekitar 1.000 bungkus nasi Padang yang langsung kami distribusikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Akhmad menambahkan bahwa masyarakat berharap adanya penanganan banjir jangka panjang.

“Wilayah ini merupakan titik rendah, sehingga potensi banjir selalu ada. Harapan masyarakat adalah normalisasi sungai serta penambahan embung retensi. Pak Wakil Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung membutuhkan sekitar 14 embung retensi tambahan,” katanya.

Terkait evakuasi, Akhmad menyebut masih terdapat warga yang memilih bertahan di rumah.

“Kami bersama BPBD meninjau langsung. Ada warga yang bertahan karena menjaga barang berharganya. Namun kami tetap mengimbau agar mereka dievakuasi. Insyaallah tempat evakuasi akan lebih nyaman, aman, dan kebutuhan mereka juga lebih terjamin,” ujarnya.

Sementara itu, Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Jabar Usep Supdana mengatakan pihaknya telah bergerak sejak dini hari untuk membantu kelompok rentan.

“Sejak pukul satu malam, BPBD sudah bergerak melakukan evakuasi dan pertolongan, khususnya bagi ibu menyusui, lansia, dan anak-anak,” kata Usep.

Ia juga menanggapi laporan mengenai ibu hamil yang sempat viral di media sosial.

“Mereka sudah kami datangi, namun menolak dievakuasi sementara karena merasa aman di lantai dua rumahnya. Jika situasi berubah, kami akan segera mengevakuasi,” ujarnya.

Selain bantuan makanan siap saji dari Gubernur, BAZNAS Jabar juga menyalurkan 500 paket sembako untuk warga terdampak.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Pemda Provinsi Jabar memastikan proses evakuasi, perlindungan warga, dan distribusi bantuan berjalan cepat serta tepat sasaran.

Pemdaprov Jabar menegaskan komitmennya untuk hadir dalam penanganan banjir sekaligus memperkuat mitigasi jangka panjang di wilayah rawan. (*pim)

  • Peserta Program Fellowship Jurnalis Muda Kunjungi Sektor 3 Citarum Harum dan IPAL Cisirung
  • Tetap Semangat Saat Ramadan, Satgas Citarum Harum Cek IPAL Perusahaan
  • 500 Anggota TNI Jaga Sungai Citarum Tahun Ini

KOTA BANDUNG – Pemda Provinsi Jawa Barat menegaskan akan memfokuskan program penanganan banjir di Bandung Raya dan kawasan sekitarnya mulai 2026.

Fokus ini dilakukan setelah penyelesaian penanganan banjir dilakukan di kawasan Karawang, Bekasi, dan sebagian wilayah Kabupaten Bogor.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, penataan kawasan Bandung Raya tidak dapat ditunda, meskipun langkah-langkahnya sering memicu resistensi masyarakat.

“Kalau kita ingin menyelesaikan banjir secara komprehensif, maka penataan harus dilakukan sekarang. Memang pada musim kemarau penataan akan menimbulkan reaksi dan perlawanan, tetapi ini harus ditempuh,” ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, Jumat (5/12/2025).

Menurutnya, penanganan banjir Bandung Raya memerlukan kerja besar yang mencakup normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, pembenahan tata ruang, penanaman kembali kawasan pegunungan, serta menghidupkan kembali danau-danau alami yang kini telah berubah menjadi kawasan permukiman.

KDM juga menyinggung bahwa banjir yang berulang di berbagai titik wilayah Kabupaten Bandung tidak terlepas dari kerusakan di kawasan hulu, seperti di Ciwidey dan Pangalengan.

Ia telah berkoordinasi langsung dengan Bupati Bandung guna menindaklanjuti temuan alih fungsi lahan yang menyebabkan meningkatnya volume dan kecepatan arus air.

“Saya ingatkan kepada pihak yang menebang pohon teh dan pohon lainnya untuk dijadikan perkebunan sayur. Inilah dampak dari yang Saudara lakukan. Semoga pelaku pengrusakan seluas 160 hektare itu segera ditahan,” tegasnya.

Selain alih fungsi menjadi perkebunan sayur, KDM juga menyoroti menjamurnya kawasan wisata yang mengubah daerah resapan air menjadi bangunan permanen. Banyak permukiman masyarakat juga masih berdiri di wilayah sepadan sungai, membuat rendaman air semakin parah saat debit naik.

Langkah pemulihan

KDM menyampaikan tiga langkah penting yang akan dilakukan Pemdaprov Jabar untuk memulihkan kawasan Kabupaten Bandung, salah satunya mengembalikan tata ruang ke fungsi alam.

“Tata ruang harus dikembalikan ke fungsi alam. Ruang hijau harus diperbanyak meskipun pasti ada reaksi dan kemarahan karena banyak pihak selama ini menikmati fasilitas alam secara tidak tepat,” katanya.

Langkah kedua, menghentikan alih fungsi lahan. Seluruh aktivitas perubahan perkebunan teh atau hutan menjadi perkebunan sayur seperti kentang dan tanaman sejenisnya akan dihentikan.

“Mereka yang mengalihfungsikan lahan harus mengembalikannya menjadi perkebunan teh atau tanaman keras lainnya agar tidak menimbulkan sedimentasi ke Sungai Citarum,” ucapnya.

Berikutnya, Pemdaprov Jabar juga menyiapkan pembangunan bendungan di kawasan Kertasari sebagai salah satu solusi pengendalian banjir jangka panjang.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemda Kota Bandung, Pemda Kabupaten Bandung, dan Pemdaprov Jabar dalam mengembalikan tata ruang ke fungsi alam, termasuk memulihkan danau-danau kecil yang kini telah berubah menjadi kawasan permukiman maupun bisnis.

  • Satgas Citarum akan Lanjutkan Penertiban Keramba Jaring Apung di Waduk Saguling
  • Dapur MBG Diwajibkan Olah Limbah Agar Tak Cemari Sungai Citarum
  • Dua Pabrik Diketahui Buang Limbah Cair Tanpa Diolah
  • Sampah Menumpuk di Sungai, Satgas Citarum Harum Langsung Gelar Jumsih

JAKARTA — Kabupaten Ciamis berhasil meraih Penghargaan Pembina Program Komunitas untuk Iklim (Proklim) Tingkat Nasional dan Proklim Lestari Tingkat Nasional untuk Dusun Nagrog, Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing. Penghargaan diserahkan dalam acara Anugerah Proklim 2025 pada Senin (1/12/2025) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Penyerahan penghargaan Pembina Proklim dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofik, kepada Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Ciamis, Taufik Gumelar. Sedangkan penyerahan trofi Proklim Tingkat Lestari, diserahkan langsung kepada Hernawan, Ketua Kampung Proklim, Dusun Nagrog, Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya sangat mengapresiasi capaian penghargaan ini yang tak hanya berkat upaya pemerintah, tetapi juga kerja keras seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya di Kabupaten Ciamis.

Bupati Herdiat juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Ciamis yang senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Masyarakat juga sadar untuk beradaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. 

Proklim merupakan program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan mitigasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) secara berkelanjutan. 

Program ini mendorong keterlibatan nyata berbasis komunitas di tingkat tapak (desa, kelurahan, atau lingkungan RT/RW) untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim dan menurunkan emisi GRK secara kolektif. 

Menteri Hanif, dalam arahannya, mengatakan bahwa program ini merupakan program yang riil, program yang melalui langkah dan verifikasi yang tidak mudah. 

“Kita merasa bangga atas keterlibatan mulai dari gubernur, bupati, walikota, perusahaan, dan para pendamping bersama-sama masyarakat menghadirkan aksi nyata,” ujar Menteri Hanif dikutip dari ciamiskab.go.id.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan target penurunan emisi nasional sangat bergantung pada sinergi antara komunitas masyarakat dan kepemimpinan kepala daerah. Peran aktif Bupati dan Walikota dianggap sebagai kunci utama dalam memobilisasi potensi lokal untuk mendukung agenda lingkungan hidup.

“Jika seluruh komunitas dengan kepemimpinan bupati dan walikota mampu, Indonesia akan andal dalam komitmen global” ujarnya. 

Prestasi ini menegaskan komitmen Ciamis dalam Proklim untuk adaptasi perubahan iklim. Bupati Herdiat sebelumnya juga pernah diapresiasi sebagai pembina Proklim pada 2020 dan 2023, menunjukkan konsistensi dukungan pemerintah daerah.*

  • Keren, Siswa SMAN 1 Nanggung Buktikan Kepedulian Terhadap Sungai Citarum
  • Satgas Citarum Bersihkan Sungai Cicukang dari Sampah Menumpuk
  • Satgas Citarum akan Tertibkan KJA di Waduk Cirata Secara Bertahap
  • Satgas Tutup Saluran Pembuangan Limbah Pabrik di Majalaya

KABUPATEN SUMEDANG – Satgas Citarum Harum Sektor 1 berkolaborasi dengan aparatur desa, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dan masyarakat membersihkan Sungai Cikeruh yang melintasi RW 12, Desa Mekargalih, Jatinangor, Jumat (28/11/2025).

Setelah pembersihan dari sampah, diharapkan air sungai dapat mengalir dengan lancar saat musim hujan. Fungsi sungai sebagai penampung air hujan pun dapat kembali seperti semula.

Camat Jatinangor Herman Suwandi berharap kolaborasi berbagai pihak ini dapat diteruskan agar masalah anak-anak sungai yang bermuara ke Sungai Citarum dapat diatasi. Dengan begitu, Citarum akan semakin harum.

“Ini menjadi upaya kita semua sehingga Jatinangor ini bisa terbebas dari banjir. Aliran sungainya lancar,” ucap Herman.

Sungai Cikeruh yang mengalami pendangkalan kerap menjadi penyebab utama banjir di Kecamatan Jatinangor. Sungai tidak dapat menampung air hujan secara optimal sehingga meluap ke pemukiman masyarakat.*

  • Langkah Komprehensif Dibutuhkan untuk Naikkan IKA Sungai Citarum
  • Kejar Target IKA 60 Poin, Satgas Citarum Harum Cek IPAL Perusahaan
  • Satgas Citarum Harum Bersihkan Sampah yang Menumpuk Usai Idulfitri
  • Pemkot Bandung Bersinergi dengan Satgas Citarum Harum dalam Menangani Sampah

KABUPATEN KARAWANG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama Danantara Indonesia, Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya, dan PLN UID Jabar menanam 15.000 bibit mangrove dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Penanaman dilakukan di lahan seluas 1 hektare di pesisir Pantai Muarabaru, Desa Muarabaru, Kabupaten Karawang, Jumat (28/11/2025).

Kabid Konservasi Lingkungan dan Pengendalian Perubahan Iklim Dinas Lingkungan Hidup Jabar Maria Angela menuturkan, penanam mangrove kali ini bertujuan untuk menambah luas wilayah konservasi mangrove di pantai utara Jabar. Dengan semakin luas wilayah konservasi mangrove, abrasi di pantai utara Jabar bisa diatasi.

Keberadaan 15.000 mangrove juga memberikan manfaat lain bagi lingkungan sekitar, salah satunya menyerap 105 ton hingga 270 ton CO2 saat pohon tersebut berusia lima tahun.

Selain itu, mangrove pun menjadi tempat yang ideal bagi ikan, kepiting dan udang untuk bertelur dan membesarkan anak. Dengan begitu, populasi ikan tangkap untuk nelayan lokal akan bertambah.

Tak hanya itu, mangrove berguna untuk melindungi keanekaragaman hayati karena merupakan rumah bagi burung air, reptil, insekta dan biota laut. Dampaknya, dapat menghidupkan kembali ekosistem pesisir yang rusak.

Selain bermanfaat bagi lingkungan, mangrove memberikan dampak positif kepada masyarakat karena dapat dijadikan produk olahan.

Melihat banyak dampak positif tersebut, PLN UID Jabar tergerak turut berpartisipasi dalam acara penanaman mangrove. Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Jabar Krisantus Hendro Setyawan berharap, PLN dapat ikut andil memperbaiki area pesisir pantai utara Jabar.

“Kami harap dapat berperan menghasilkan energi bersih dan konservasi ke depannya,” ujar Hendro.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya Muslim Hafiz berharap kolaborasi berbagai pihak pada kegiatan kali ini dapat terus terawat. Terutama untuk menjaga keberlangsungan hidup 15.000 mangrove yang sudah ditanam.*

  • Peserta Program Fellowship Jurnalis Muda Kunjungi Sektor 3 Citarum Harum dan IPAL Cisirung
  • Tetap Semangat Saat Ramadan, Satgas Citarum Harum Cek IPAL Perusahaan
  • 500 Anggota TNI Jaga Sungai Citarum Tahun Ini

KABUPATEN BANDUNG BARAT – Satgas Citarum Harum bersama sejumlah pihak membersihkan Waduk Saguling yang dipenuhi sampah dan eceng gondok, Kamis (27/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, perahu ponton dan konveyor buatan TNI AD menjadi andalan dalam mempermudah pembersihan.

Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto mengatakan, upaya memulihkan Waduk Saguling harus didukungan semua pihak. Ia pun mengapresiasi berbagai pihak yang turut serta dalam pembersihan Waduk Saguling, di antaranya aparat kepolisian, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, dan masyarakat.

“Kehadiran lintas instansi ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam mengatasi pencemaran lingkungan di Waduk Saguling,” ujar Yanto di Waduk Saguling, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas.

Menurut ia, kondisi waduk yang dipenuhi sampah dan eceng gondok harus menjadi alarm bersama untuk menancapkan pola pikir pentingnya menjaga lingkungan.

Berbagai jenis sampah memenuhi waduk tersebut. Dalam kegiatan pembersihan itu, konveyor digunakan untuk menaikkan sampah dari waduk ke perahu ponton. Kemudian, sampah dipilah dan diangkut oleh truk.

Yanto berharap, pembersihan Waduk Saguling dapat memperkuat hubungan antarinstansi agar tercipta lingkungan yang bersih, khususnya di Sungai Citarum.*

  • Satgas Citarum akan Lanjutkan Penertiban Keramba Jaring Apung di Waduk Saguling
  • Dapur MBG Diwajibkan Olah Limbah Agar Tak Cemari Sungai Citarum
  • Dua Pabrik Diketahui Buang Limbah Cair Tanpa Diolah
  • Sampah Menumpuk di Sungai, Satgas Citarum Harum Langsung Gelar Jumsih

KABUPATEN BANDUNG – Satgas Citarum Harum bersama masyarakat dan aparat Pemerintah Desa Sumbersari bergotong-royong mengangkut sampah yang dibuang sembarangan di tiga titik RT 1 RW 9 desa tersebut. Jenis sampah didominasi oleh sampah rumah tangga.

Dansektor 1 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf. Dwi Kristianto mengatakan, masalah sampah tak ada habisnya jika masyarakat belum mengelola dan membuang sampah sembarangan.

“Untuk mengatasi masalah sampah di lokasi tersebut, Tempat Pembuangan Sampah 3R yang sedang diperbaharui akan menjadi solusi,” ujar Dwi, Jumat (21/11/2025).

Kepala Desa Sumbersari Ahmad Munawar mengaku telah memberikan arahan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Namun, arahan itu belum diikuti masyarakat.

Ia berharap, masyarakat segera sadar untuk membuang sampah pada tempatnya.*

  • Keren, Siswa SMAN 1 Nanggung Buktikan Kepedulian Terhadap Sungai Citarum
  • Satgas Citarum Bersihkan Sungai Cicukang dari Sampah Menumpuk
  • Satgas Citarum akan Tertibkan KJA di Waduk Cirata Secara Bertahap
  • Satgas Tutup Saluran Pembuangan Limbah Pabrik di Majalaya